PALEMBANG — Berbeda dengan klub lain yang sudah secara terang-terangan melakukan aktifitas di bursa transfer jelang bergulirnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2017, Sriwijaya FC tergolong adem-ayem dan sejauh ini belum ada pemain yang dapat dipastikan dicoret atau direkrut. Namun manajemen laskar wong kito menegaskan bahwa sejauh ini jajaran tim tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin guna memenuhi target juara di kompetisi ISL 2017 nanti.

Beberapa nama yang terus santer dikaitkan akan segera bergabung dengan SFC musim depan mulai dari Nur Iskandar, Hamka Hamzah, Bayu Gatra hingga Rahmad Hidayat. Dari nama tersebut, beberapa diantaranya memang sudah berstatus bebas karena telah memutus kontrak dengan klub asalnya sehingga peluang SFC untuk mengangkutnya cukup terbuka lebar.

Komunitas kelompok supporter SFC dari Kaskus sendiri mengingatkan manajemen untuk tidak silau dengan nama besar pemain dan harus memperhatikan aspek lainnya. “Bagi kami yang paling terpenting adalah bagaimana sang pemain nantinya mau berjuang sekuat tenaga di lapangan, percuma bila memainkan seorang bintang bila hatinya tidak untuk SFC. Dan ini tidak hanya berlaku untuk pemain baru saja,” ungkap Arie Firdaus saat dihubungi Selasa (3/1) sore.

Menurutnya, skill tinggi seorang pemain akan menjadi sia-sia bila tidak mampu bekerjasama dalam tim nantinya. “Jadi seorang Cristiano Ronaldo sekalipun jika hanya bermain sendiri tentu tidak akan mampu mengangkat performa timnya. Bagi kami, siapapun berhak mendapat kesempatan membela SFC asalkan bisa memenuhi aspek tersebut. Kejelian sangat diperlukan di bursa transfer ini, bukanlah sebuah jaminan bahwa pemain dengan banderol tinggi sudah pasti bisa membawa SFC juara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mendesak kepada manajemen agar segera mengumumkan hasil evaluasi di TSC 2016 lalu. “Terutama kepastian mengenai siapa pelatih kepala SFC nantinya, karena bagaimanapun dia yang akan bertanggung jawab dalam mempersiapkan tim. Soal kontrak, kami sepakat ada etika dan norma hukum yang harus dihormati, tetapi jangan sampai membuat persiapan tim menjadi terganggu,” pungkasnya.

Sementara itu, manajemen SFC menyatakan saat ini masih menunggu kepastian pelaksanaan Piala Presiden. Sebelumnya, wakil ketua umum PSSI Djoko Driyono beberapa waktu lalu sempat menyebut bahwa turnamen Piala Presiden akan digelar pada bulan Februari mendatang dan dijadikan sebagai ajang pra musim resmi sebelum bergulirnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) sebulan sesudahnya.

“Sejauh ini kami belum menerima undangan resminya, namun mungkin karena fokus semua pengurus masih ke persiapan Kongres PSSI terlebih dulu. Yang jelas kepastian ini sangat kita perlukan mengingat akan sangat berpengaruh ke program dan persiapan tim, kapan akan memanggil seluruh pemain dan memulai latihan,” jelas sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat dihubungi Selasa (3/1) sore. (Dedi)

Related Post