Peluang Sriwijaya FC untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri akhirnya gagal setelah bermain imbang 2-2 dengan tamunya Semen Padang, Selasa (7/4) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Satu penalti gagal dari laskar wong kito mewarnai Derby Andalas yang ketiga kalinya di tahun 2015 ini.

Sang eksekutor, Raphael Maitimo mengaku cukup kecewa dengan kegagalannya tersebut. “Saya meminta maaf, namun perlu diketahui bahwa sepanjang karier saya bermain sepakbola, ini kegagalan saya yang pertama kali. Saya berharap tim secara keseluruhan akan lebih bermain baik kedepannya,” ungkapnya usai pertandingan.

Menurutnya, dalam sesi latihan dirinya pun selalu menambah porsi latihan untuk mengeksekusi tendangan penalti. “Saat latihan, semua penalti saya masuk. Tapi inilah sepakbola, kedepan jika kembali dipercaya pelatih saya akan tebus kegagalan ini,” ujar pemain naturalisasi asal Belanda ini.

Terkait gol yang dicetaknya melalui free kick indah di menit 36 babak pertama, menurutnya dirinya memang sengaja meminta kepada Titus Bonai untuk mengambil kesempatan tersebut. “Disini banyak yang bisa mengambil tendangan bebas, tapi saya pikir mampu mencetak gol dari sudut tersebut dan syukurlah terjadi gol,” terangnya.

Sementara itu, asisten pelatih SFC Hendri Susilo menjelaskan bahwa pemilihan Maitimo sebagai eksekutor penalti memang sudah direncanakan sebelumnya. “Jadi sebelum pertandiingan kita sudah memilih siapa saja yang akan mengambil tendangan sudut, tendangan bebas atau penalti. Walau memang di lapangan semuanya bisa terjadi, Maitimo memang sudah kita siapkan untuk menendang jika mendapat hukuman penalti,” jelasnya.

Artikel Terkait