Meski bukan untuk pertama kalinya, namun Abduolaiye Maiga mengaku sangat senang dapat menjadi kapten Sriwijaya FC di menit terakhir leg kedua babak semifinal Piala Presiden 2016 melawan Arema Cronus, Minggu (11/10) di stadion Manahan Solo. Menurutnya, dirinya sempat kaget saar diberi ban kapten menggantikan Titus Bonai yang ditarik keluar karena mengalami cedera.

“Saya jadi kapten karena emergency, seharusnya kalau Tibo keluar maka Asri Akbar yang menggantikannya. Namun karena keduanya tidak ada lapangan, tentu harus ada yang berani mengambil tanggung jawab tersebut dan kebetulan saya yang diminta,” ujar pemain asing asal Mali ini.

Menurutnya, peran serupa pernah dilakoninya saat masih memperkuat Stade Mallien, klub profesional pertamanya di Mali. “Saat itu jadi kapten dan klub saya mampu jadi juara. Namun di Indonesia ini pertama kali, tapi saya pikir kalau ada pemain lain yang lebih siap, sebaiknya mereka yang mengambil tugas itu,” ungkapnya sambil tertawa.

Diakuinya, saat dipasang ban kapten, dirinya sempat merasa gugup karena saat kedudukan tengah imbang 1-1 dan tensi pertandingan sangat tinggi. “Saya pikir seluruh pemain yang ada di lapangan pasti tegang dan sebagai kapten tentu saya harus memastikan agar kami tetap tenang. Saat pertandingan berahir, saya lega sekali apalagi SFC pun lolos ke final,” tambahnya.

Kedepan, meski tidak akan menolak bila diberi peran serupa, namun Maiga mengatakan peran Tibo dan Asri akan tetap akan penting sebagai pemimpin SFC di lapangan. “Jika ada Ferdinan Sinaga, maka dia juga juga lebih pantas. Saya cuma kapten darurat dan untung sekali tugasnya 15 menit saja,” ujar pemain yang pernah merumput di liga Perancis ini.

Terkait selebrasinya yang sangat emosional usai pertandingan berakhir, Maiga mengaku hal tersebut dikarenakan banyaknya pihak yang meragukan SFC di turnamen Piala Presiden ini. “Merek bicara biru melawan biru sebagai final ideal, padahal SFC juga tim besar di Indonesia. Banyaknya gelar yang sudah diraih tentu adalah buktinya, sekarang di final pun banyak orang bilang Persib sudah pasti jadi juara, itu salah besar. Kami akan membuktikannya di lapangan nanti,” tegasnya.

Sementara itu, cerita lucu pernah terjadi terkait penunjukan kapten SFC di lapangan saat melawan Arema Cronus di leg pertama lalu. Anis Nabar yang juga masuk menggantikan Tibo di menit akhir babak kedua sempat kebingungan menyerahkan ban kapten kepada pemain SFC lainnya. “Fahrudin menolak, Maiga juga. Jadi saat itu, di sisa pertandingan saya bermain sembari memegang ban kapten. Karena saya tidak berani memasangnya di lengan saya, untung tidak lama kemudian pertandingan berakhir,” jelas Anis.