Usai membela Sriwijaya FC di ajang turnamen Piala Presiden, legiun asing Abduolaiye Maiga hingga saat ini masih menikmati masa istirahat di Palembang. Namun untuk mengisi waktu senggang, legiun asing asal Mali ini tetap menjaga kondisi dengan berlatih bersama para juniornya di skuad Pra PON Sumsel.

Seperti terlihat Kamis (22/10) sore, Maiga cukup menikmati sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang bersama Teja Paku Alam dkk. Sesekali dirinya pun berdiskusi dengan pelatih Pra PON Sumsel, Rudy William Keltjes mengenai program latihan yang sedang dijalankan.

“Saya ingin menumpang latihan agar kondisi fisik tidak drop, saya juga izin untuk membantu para pemain junior Sumsel yang tengah bersiap menuju PON. Mereka punya potensi dan bakat, beberapa diantaranya pun menurut saya sudah layak main di tim senior,” jelas pemain yang pernah merumput di Liga Perancis ini.

Menurutnya, di awal kariernya dulu, dirinya juga berlatih di tim junior selama empat musim dari 2002-2006, sebelum akhirnya menembus tim senior Stade Malien, salah satu klub raksasa di Mali di tahun 2007. “Pemain Sumsel di senior seperti Ichsan Kurniawan atau Rizky Dwi Ramadhana saya tahu mereka juga sangat bagus, pemain PON harus mencontoh mereka yang sudah menembus ISL,” tambahnya.

Terkait masa depannya bersama SFC, Maiga mengaku masih akan menunggu mengenai kepastian turnamen lain usai Piala Presiden lalu. “Saya masih tunggu, jika memang waktunya sudah tidak lama lagi dan di awal November tim sudah berlatih, mungkin saya akan tetap di Palembang saja, nanti Konate juga akan kesini,” ungkap pemain yang memang memiliki hubungan keluarga dengan pemain Persib, Makan Konate ini.

Sementara itu, kapten tim Pra PON Sumsel, M Andes mengaku senang Maiga dapat mengikuti latihan bersama timnya. “Maiga sangat profesional dan selama Piala Presiden lalu penampilannya juga bagus bersama SFC. Berlatih bersamanya membuat kami mendapat pengalaman dan ilmu tambahan,” ujarnya singkat.