PALEMBANG — Pembicaraan mengenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa semester 9 belakangan ini sedang ramai terdengar, terutama bagi angkatan 2013 yang masih berjuang menyelesaikan pembelajarannya di Universitas Sriwijaya (Unsri).

Seperti yang diketahui, angkatan 2013 merupakan angkatan pertama diberlakukannya sistem pembayaran UKT di mana dalam setiap semesternya mahasiswa diwajibkan untuk membayar uang kuliah sebanyak satu kali sesuai dengan kemampuannya serta kebutuhan dari masing-masing fakultas. Namun bagaimana dengan mahasiswa semester 9 yang hanya tinggal menyelesaikan skripsi dan tidak lagi menikmati fasilitas kampus seperti semester-semester sebelumnya? Haruskah membayar UKT secara penuh?

Hal ini mendapat jawaban dari Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. Ia mengatakan, ketetapan membayar UKT bagi mahasiswa-mahasiswi semester 9 merupakan kebijakan pemerintah pusat.

“UKT tetap dibayar hingga tamat, walaupun sudah semester 9 dan bukan rektor yang menentukan. Karena jika UKT sudah ditetapkan itu dilaporkan dengan Kemenristek, Kementrian Keuangan,” ucapnya pada awak media, Rabu (21/06).

Dikatakan Anis Saggaf, rektor tidak memiliki kewenangan untuk mengurangi jumlah UKT. Oleh karena itu, untuk menyiasati agar mahasiswa tidak terbebani dengan UKT dirinya menganjurkan agar mahasiswa cepat menyelesaikan masa studinya.

“Saya selalu bilang cepat selesaikan masa studinya, kemudahan-kemudahan telah diberikan. Ini banyak mahasiswa bersantai dalam menulis skripsinya, kalau rektor berani mengurangi UKT kita bakal diperiksa Inspektorat, dengan anjuran yang pertama kita harus mengganti uang tersebut atau diteruskan ke BPK untuk diperiksa,” ungkapnya.

Menurut Anis, pihak kampus dan pemerintah telah banyak memberikan keringanan kepada mahasiswa terutama yang perekonomiannya rendah, salah satunya yakni dengan adanya beasiswa dari berbagai pihak yang diberikan oleh kampus.

“Kalau mereka (mahasiswa) tetap mendesak ya silahkan, dari awal sudah diberitahukan. Jadi cepat selesaikan studinya biar tidak terbebani lagi dengan UKT, selain itu terlambat 6 bulan saja kita tamat maka bisa kalah dalam persaiangan dunia kerja yang saat ini sangat kompetitif,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait