PALEMBANG — Laga melawan Perseru Serui, Sabtu (14/10) dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 20174 menjadi partai yang punya arti penting buat Sriwijaya FC. Tidak hanya sekedar ajang perburuan poin untuk melepaskan diri dari zona degradasi, namun juga laga menghapus trauma.

Pasalnya, musim lalu saat turun di ajang kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Sriwijaya FC nyaris kehilangan seluruh skuadnya saat laga tandang ke markas Kuda Laut Jingga (20/11/2016) karena mengalami musibah saat perjalanan pulang ke Palembang. Ketika itu, 2 kapal yang membawa rombongan pemain, pelatih dan official mengalami kisah dramatis di perairan Serui.

Bahkan kapal kedua yang membawa pelatih Widodo C Putro, pemain asing dan seluruh official harus terdampar di pulau tidak berpenghuni sebelum Biak karena mengalami masalah mesin mati. Rombongan ini pun harus dijemput oleh Basarnas Biak dan ketinggalan pesawat sehingga harus bermalam sehari lagi di Biak.

Kapten tim SFC, Yu Hyun Koo yang turut dalam rombongan saat itu pun mengaku tidak dapat melupakan kejadian horror tersebut. “Saya pasti tidak akan lupa, karena saat itu selama 3 jam dari Serui ke Biak cuaca sangat buruk, kapal kami sempat mati mesin dan banyak pemain yang mengalami muntah-muntah saat perjalanan,” kenangnya.

Namun pemain asal Korea ini menyebut dirinya tidak akan terganggu dengan kejadian tersebut dan tetap akan fight nantinya. “SFC tim professional, musim lalu kami datang dengan kekuatan terbaiknya dan sekarang pun sama, tidak ada pemain yang absen baik karena akumulasi atau cedera. Laga ini pun sangat penting buat kami untuk terus memperbaiki posisi di klasemen,” tegasnya.

Dirinya pun sangat bersyukur karena musim ini seluruh tim tidak perlu lagi menempuh perjalanan via laut dan dapat menggunakan penerbangan dari Biak ke Serui. “Tentu senang karena kami tidak lagi mengalami kisah seperti tahun lalu, yang jelas kami bukan jalan-jalan kesini dan hanya akan fokus selama 90 menit nantinya,” tambahnya.(dedi)

Artikel Terkait