PALEMBANG — Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumatera Selatan menilai potensi Sumber Daya Alam yang melimpah dan Sumber Daya Manusia (SDM) memadai di Provinsi Sumsel dinilai belum mampu mengangkat prestisi pembangunan infrastruktur di Bumi Sriwijaya.

Menurut Ketua LPJK Sumsel Iwan Riadi, pada awak media di Griya Agung, Sabtu malam (22/04), saat ini Sumsel punya banyak program prioritas pembangunan, namun terkendala beberapa aspek, diantaranya tenaga ahli, modal, teknologi dan rantai pasok.

“Harusnya kita ikut terlibat untuk menaggulangi persoalan ini. Bersama dengan pemerintah, akademisi dan para ahli untuk memaksimalkan segala potensi dalam menggenjot pembangunan,” kata dia.

Potensi yang dimaksud Iwan, mulai dari pendidikan dan pelatihan tenaga ahli maupun tenaga kerja, bekerjasama dengan perguruan tinggi, sehingga kualitas SDM meningkat dan teruji di lapangan.

“Pertama tentunya, tenaga ahli dan tenaga kerja harus terampil,” ujarnya.

Aspek lain yang ditekankan Iwan yakni modal yang cukup, selain berasal dari pemerintah daerah dan pusat, uluran tangan pihak ketiga pun sangat dibutuhkan.

Pun dangan kemampuan alat atau teknologi mutakhir demi menghasilkan pembangunan dengan kualitas terbaik.

“Hal ini juga menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi Pemprov Sumsel karena kita sekarang mainnya sudah internasional,” tegas Iwan.

Aspek selanjutnya, lanjut Iwan, yakni ranatai pasok atau meterial yang dibutuhkan dalam pembangunan. Sumsel diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan mentah saja, melainkan memproduksi material secara mandiri.

“Untuk material ini harus bisa dioptimalkan di Sumsel. Sekarang sudah mulai banyak investor masuk untuk membangun pabrik di sini karena kita harus berupaya mengembangkan potensi SDA yang ada di Sumsel. Seperti batu bata, semen, PT Indo Semen sudah membangun pabrik di Sumsel,” ungkapnya.

Menururt Iwan, LPJK sebagai lembaga yang melaksanakan pengembangan jasa konstruksi, terus mendorong  peningkatan potensi konstruksi di Sumel. Meski Sumsel sudah lama dikenal karena keunggulan potensi konstruksi, namun tidak dikembangkan dan belum dikelola dengan baik.

“Potensi ini harus dirangsang.  Sumsel ini potensi sudah ada, tenaga kerja sudah ada, material pendukung pun demikian, harusnya Sumsel untuk urusan konstruksi dan pembanguna sudah bisa jadi skala intenasional,” tutupnya. (Juniara)

Artikel Terkait