Sriwijaya FC secara dramatis lolos ke babak 6 besar turnamen Piala Gubernur Kaltim setelah di laga terakhir bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Mitra Kukar, Sabtu (5/3) malam di stadion Aji Imbut Tenggarong.

Dengan tambahan poin 1, maka di klasemen akhir grup B laskar wong kito menempati runner up dengan poin 4. Meski nilai SFC sama dengan PS TNI, namun unggul dalam head to head.

Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan mengaku sangat bersyukur anak asuhnya bisa lolos dari lubang jarum. “Ini kami persembahkan untuk masyarakat Sumsel dan pecinta SFC yang selalu mensupport kami. Seluruh pemain mau bekerja keras di laga ini, walau di awal babak kedua sempat lengah dan harus kebobolan dari serangan balik,” ungkapnya.

Terkait perubahan di line up SFC, pihaknya mengaku semua itu dikarenakan faktor kepentingan strategi. “Jadi absennya Bayu Gatra lebih karena rotasi, kemudian Hapit Ibrahim yang masuk menggantikan Firman Utina yang cedera tampil cukup baik walau kadang masih demam panggung,” tambahnya.

Sementara itu, kapten tim SFC Asri Akbar mengaku dirinya bersam pemain yang lain memang sempat sulit keluar dari tekanan tim lawan. “Kami sedikit terbebani karena harus lolos, apalagi melawan tuan rumah yang tampil tanpa beban,” jelasnya singkat.

Di kubu tim lawan, asisten pelatih Mitra Kukar Irwansyah mengaku akan segera melakukan evaluasi terhadap performa seluruh pemainnya. “Di partai ini, ada peningkatan dibanding laga sebelumnya.

Namun setelah mencetak gol mereka terbuai dan tidak fokus. Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kukar atas kegagalan ini, yang jelas semua bisa melihat bagaimana performa mereka dan tentu akan ada evaluasi, bisa jadi ada yang keluar atau masuk,” bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan Yanto Basna, bintang muda Naga Mekes. “ni pembelajaran buat kami, kami meminta maaf, kami akan belajar banyak dari turnamen ini,” ungkap pemain terbaik turnamen Piala Jenderal Sudirman ini.

Jalannya pertandingan

Setelah selalu memainkan susunan line up yang sama di 2 pertandingan awal, melawan Mitra Kukar kali ini pelatih SFC Beny Dollo melakukan beberapa perubahan. Hapit Ibrahim dipercaya bermain sejak menit awal menggantikan Firman Utina yang harus absen karena cedera.

Di lini belakang, Fachrudin juga langsung berduet  Achmad Jufrianto, sementara Thierry Gauthessi bergeser ke sisi kiri, sedangkan Syaiful Indra Cahya harus duduk di bangku cadangan terlebih dulu.

Di awal babak pertama, SFC juga langsung melakukan pergantian pemain setelah Supardi terkena cedera dan harus digantikan oleh Wildansyah. Di 45 menit pertama ini, tempo pertandingan berlangsung lamban dan tidak ada gol yang tercipta untuk kedua tim.

Di awal babak kedua, SFC merubah strategi dan langsung mencatat sejumlah peluang emas. Namun keasyikan menyerang membuat pertahanan SFC lengah dan lewat serangan balik yang cepat, Hendri Adi Bayauw berhasil membobol gawang Dian Agus Prasetyo di menit 60. Namun SFC langsung merespon dengan menyamakan skor 3 menit kemudian lewat penyelesaian berkelas Alberto Goncalves. Gol Beto sendiri akhirnya menjadi gol penutup di laga ini dan membawa SFC lolos ke babak 6 besar.

Dalam laga ini sendiri sempat diwarnai dengan penggantian wasit. Wasit tengah Paolo Rosy terkena hamstring dan wasit Cadangan Hadiyana naik jd wasit tengah. Wasit cadangan kemudian diisi oleh Nujur Fadilah.

RelatedPost