PALEMBANG — Pasca dipindahkannya lokasi penjualan apakaian bekas atau sering disebut BJ dari bawah Jembatan Ampera ke Blok A Pasar 16. Puluhan Pedagang BJ mengaku omset penjualannya merosot tajam.

Kemas Fikri saat menggelar dagangannya di Blok A pasar 16 Ilir yang kini mulai tampak sepi pembeli, Rabu, (23/3), mengungkapkan sejak dipindahkan dari bawah kolong jembatan Ampera pada empat bulan yang lalu, omset para pedagang BJ merosot tajam.

Ia menjelaskan, sepinya para pembeli yang membuat merosotnya omset PKL BJ dikarenakan ketidaktahuan para pembeli dengan tempat para penjual BJ ini.

“Tempat disini kan tertutup dari keberadaan orang lewat, apalagi tidak adanya plang pemberitahuan,” ujarnya

Ditambahkannya, ketika berjualan di bawah jembatan Ampera para PKL BJ biasanya meraup omset 800.000 hingga 1,5 juta /harinya, kini semenjak dipindahkan ke blok A hanya mendapat 20.000 hingga 200.000 /harinya.

“Mendapat 200.000 perhari sudah termasuk beruntung,” ujarnya

Ia mengharapkan, kepada Pemerintah Kota Palembang agar dapat membantu kami, setidaknya membina para PKL penjual BJ dengan memberikan tempat yang layak untuk berjualan.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemkot Palembang, khususnya Wako, Wawako dan Sekda Kota Palembang agar dapat memberikan tempat yang layak kepada kami. Setidaknya tempat yang bisa berteduh agar tetap jualan ketika hujan dan membuat plang pemberitahuan kepada masyarakat akan keberadaan PKL penjual BJ,” pintanya.

Sementara, salah satu pembeli BJ, Ita mengatakan, memang tempat pedagang penjual BJ ini tertutup sehingga orang tak mengetahui tempat keberadaan mereka, dirinya saja mengetahui karena harus bertanya dahulu dengan orang dipasar.

“Baru mengetahui keberadaan penjual BJ dari bertanya dengan orang dipasar sebelumnya saya kira udah gak ada lagi penjual BJ, untungnya masih ada. Tempatnya tertutup sih, jadi ga tau sebelumnya,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait