Laskarwongkito.com — Kita pasti sering sekali merasa kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Hati cenderung menjadi sensitif jika tidak dilatih dengan kesabaran. Dari pada marah-marah gak jelas, trusbakal nyakitin hati orang lain, yuk ikuti tips berikut agar bisa menjadi orang yang lebih sabar.

 1. Memperbanyak senyum

6

(sumber foto: 1.bp.blogspot.com)

Bila Kita dalam keadaan tegang terbakar emosi, hati terasa sumpek dan dada sesak menahan amarah, maka tersenyumlah!

Tidak ada obat hati yang lebih mujarab daripada sebuah senyuman. Karena  senyum lebih erat dari jabat tangan sahabat, senyum dapat menjadi penyejuk hati yang penuh amarah, juga mencairkan suasana yang beku.

Senyum itu menular dan akan membuat suasana menjadi gembira. Dengan memulai kebiasaan tersenyum pada siapa saja dengan tulus, InsyaAllah beban berat yang kita rasakan dapat berkurang, amarah berkurang, suasana lebih akrab, sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dan dapat menyelesaikannya dengan mudah.

 2. Telinga sebagai Penyaring

mendengar-menguping

(sumber foto: cdn2.tstatic.net)

Jika semua yang kita dengar langsung kita masukkan ke hati, dijamin kemarahanlah yang akan kita tampilkan dan tentu saja akan sangat tidak nyaman. Kita tidak harus membawa apa yang kita dengar langsung ke hati, lebih baik kita menyaringnya, dan mengambil yang baik-baik saja dari informasi yang kita dengar tersebut, dan disitulah telinga kita bekerja.

Ya, telinga sebagai penyaring informasi yang kita dengar dari manapun, jika informasi itu dirasa kurang enak dihati maka segera lupakan dan buang jauh-jauh, istilahnya “masuk kuping kanan keluar kuping kiri”.

 3. Mengalihkan perhatian

gadget-anak

(sumber foto: inspiringmarriage.files.wordpress.com)

Memiliki masalah yang membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya, memanglah berat. Apalagi masalah itu sampai membuat kita tidak enak makan dan susah tidur, tentulah sangat menyiksa.

Nah, bagaimana jika masalah yang sampai menyebabkan Kita tidak nyaman seperti itu terus-terusan jadi pikiran? Akhirnya, konsentrasi kita hanya tertuju pada masalah itu dan akhirnya melupakan urusan yang lain.

Kunci menghadapi masalah berat adalah dengan “melupakan” masalah itu sendiri. Melupakan di sini bukan berarti kita masa bodoh dengan masalah, bukan pula melarikan diri, tetapi berusaha tidak terlalu fokus pada permasalahan tersebut. Alihkan perhatian Kita dengan mencari suasana berbeda, hiburan atau kesibukan lain, akan membuat hati dan pikiran jadi lebih enteng.

 4. Bertukar posisi

download

(sumber foto: static1.squarespace.com)

Kunci kesabaran yang selanjutnya adalah, dengan bersikap empati  atau berusaha merasakan apa yang orang lain rasakan. Sebut saja memainkan peran, bertukar posisi. Kita berusaha menempatkan diri kita pada posisi “tidak enak” yang orang lain merasakannya, bahkan dengan ringan hati dapat menjalankan posisi itu.

Dengan begitu, maka segala kemalangan yang menimpa kita, akan terasa ringan. Kita tidak akan merasa sebagai “manusia termalang di dunia” karena dengan berempati kita bisa melihat lebih banyak orang lain yang lebih malang di luar sana.  Jadi, untuk apa lagi marah dan menyesali diri? Apalagi sampai berputus asa.

 5. Standar kebaikan seseorang berbeda

love_20161118_182659

(sumber foto: cdn2.tstatic.net)

Mungkin dengan “alat detektor” poin ini akan sangat jitu untuk berbuat sabar. Mungkin menurut mereka bebuat “ini” dan “itu” adalah sudah termasuk perbuatan baik padahal menurut kita hal itu belum termasuk kebaikan.

Nah, dengan cara ini kita tidak akan menjadi orang yang cepat melakukan perbuatan amarah. Gimana Sob, kamu bisa? (red/dil) 

Artikel Terkait