Laskarwongkito.com – Siapa saja, pasti pernah merasakan yang namanya kehidupan kos-kosan. Apalagi buat yang mendapat tugas belajar dari orangtuanya. Nah, khusus di bulan puasa, cobaan anak kos semakin diuji. Menjalani puasa di tanah perantauan tidaklah mudah.

Bagaimana tidak, kehangatan kebersamaan dan kelezatan menu berbuka puasa di rumah bersama keluarga selalu terbayang. Apalagi di hari-hari awal puasa. Ah, betapa nggak enaknya..

Yuk kita daftarin, apa-apa saja suka dan duka bulan puasa yang dirasakan oleh anak kos.

(sumber foto: yukepo.com)

 1. Bangun tidur di hari biasa selalu kesiangan. Wajar saja, jika di bulan puasa, anak kos bakal sering melewatkan sahur.

Sahur merupakan sumber energi cadangan untuk menjalani hari selama berpuasa. Tapi bagi anak kos, sahur menjadi salah satu hal yang paling sering dilewatkan. Hal ini bisa terjadi karena lupa menyetel alarm atau memang tidak ada teman yang membangunkan. Maka tidak jarang di bulan puasa, anak kos akan terlihat lebih lemas dari hari biasanya.

 2. Tak bisa berbuka bersama keluarga besar di kampung, diganti dengan “keluarga baru” teman-teman sekos.

Persaudaraan anak kos dapat semakin kuat di saat bulan puasa. Anak kos saling membangunkan di kala sahur serta menyantap sajian buka puasa bersama-sama. Di saat makan bersama, akan selalu ada obrolan, gosip, maupun candaan yang semakin menambah keakraban.

Kebersamaan selama bulan puasa tersebut dapat membuat anak kos semakin menghargai kebersamaan mereka layaknya kebersamaan bersama keluarga.

 3. Harus sabar, karena menu makanan anak kos selama bulan puasa ya itu-itu saja.

Jika di rumah sendiri, menu berbuka puasa yang disajikan oleh Ibu akan bermacam-macam. Contohnya saja ada kolak pisang, ayam bumbu rujak, sapi lada hitam, sayur bening, kurma, dan lain-lain.

Anak kos terkadang harus tegar menikmati menu makanan yang biasa-biasa saja. Ketika akhir bulan datang, tidak heran jika menu sahur dan berbuka puasa anak kos kembali seperti sedia kala: mie instan. Arrgh..

 4. Tarawih yang berbeda dari biasanya.

Jika sedari kecil kita terbiasa tarawih di masjid sekitar rumah, ketika menjadi anak kos kita akan menemui banyak keunikan ketika tarawih di masjid sekitar kos. Pertama, ketika tarawih kita akan bertemu dan bersebelahan dengan warga sekitar kos yang selama ini hanya kita sapa seperlunya.

Irama doa dan bacaan ayat suci yang disampaikan oleh imam terkadang juga akan berbeda dengan yang selama ini familiar kita dengar di rumah masing-masing.

 5. Buka puasa gratis merupakan berkah Ramadhan bagi anak kos.

Hikmah bulan puasa bagi anak kos adalah tawaran buka puasa gratis ada di mana-mana. Anak kos hanya butuh sedikit kerja keras dalam mencari masjid maupun spot-spot lain yang menawarkan takjil dan buka puasa gratis.

Biasanya tawaran buka puasa gratis bisa ditemui di kampus, masjid sekitar kampus, maupun masjid-masjid besar yang lain. Atau kalo beruntung, punya ibu kos yang baik, mereka biasanya akan menyediakan takjil yang cukup lengkap. (red/dil)

Artikel Terkait