Laskarwongkito.com — Ini salah satu masakan khas kampung halaman wong kito galo, Pindang. Aslinya pindang banyak jenisnya, diantaranya yang terkenal yaitu pindang meranjat, pegagan, dan musirawas. Biasanya di Palembang, rumah makan pindang banyak di pinggiran jalan, yang paling umum yaitu pindang meranjat dan pegagan.

Pindang adalah hidangan khas Palembang berupa sup memiliki karakter kuah yang asam, pedas dan menyegarkan menyerupai Tom Yum Thailand. Pindang dibuat dengan bahan dasar bumbu bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas dan cabe. Apabila anda mengunjungi Palembang, anda dapat mencicipi beberapa jenis pindang sebagai pusaka kuliner kebanggan Bumi Sriwijaya ini.

Pindang terbagi menjadi 5 jenis berdasarkan asalnya, yaitu Pegagan, Meranjat, Musi Rawas, Palembang dan Sekayu. Kelima jenis pindang ini memiliki karakteristik khusus berbeda berdasarkan bahan dan teknik memasaknya sehingga memiliki cita rasa berbeda pula.

1. Pindang Sekayu

salai-baung_20150521_223305

(sumber foto: cdn2.tstatic.net)

Sekayu adalah ibukota Kabupaten Musi Banyuasin, memiliki pindang karakteristik bumbu tidak terlalu kencang, berwarna sedikit gelap dan terasa sedikit manis karena didalamnya ditambahkan juga kecap manis. Kuah Pindang Sekayu atau Pindang Kuyung-Kupik ini memiliki kuah yang encer dan sedikit berminyak karena bumbu ditumis terlebih dahulu.

Pindang Sekayu berbahan dasar ikan sungai musiman, jika beruntung anda akan menemukan aneka pindang ikan sungai langka seperti Pindang Ikan Tapah, Pindang Ikan Lais dan Pindang Ikan Baung Sungai berukuran jumbo.

2. Pindang Pegagan

IMG_0367

(sumber foto: 3.bp.blogspot.com)

Pindang Pegagan berkuah merah kekuningan karena menggunakan banyak cabe dan kunyit dalam proses memasaknya. Kuah Pindang Pegagan segar dan light, rasa asam dan pedas ringan serta tidak berminyak karena bumbu direbus tanpa ditumis terlebih dahulu.

3. Pindang Meranjat

1dc5de400b587724f498395_original-

(sumber foto: malahayati.ac.id)

Pindang Meranjat memiliki kuah yang memiliki karakteristik rasa yang sangat pedas. Pindang ini punya rasa pedas yang paling intens dibanding pindang dari daerah lainnya. Adanya penambahan terasi atau caluk ke dalam hidangan ini tentunya memberikan rasa dan aroma yang sangat gurih. Tentunya hidangan ini akan terus membuat anda terbayang kelezatan saat pertama kali mencicipinya.

Desa Meranjat yang terletak di Ogan Komering Ilir adalah sentra penghasil ikan asap (iwak salai) di Sumatera Selatan tidak heran Pindang Ikan Salai juga menjadi salah satu signature dish. Ikan sungai seperti lele (limbat), baung, patin dan lais diasap berjam-jam untuk menghasilkan tekstur yang kering. Ikan salai yang kering dimasak dalam kuah pindang hingga empuk.

4. Pindang Musi Rawas

pindang 1

(sumber foto: 2.bp.blogspot.com)

Pindang Musi Rawas memiliki kuah asam yang menyegarkan karena menggunakan asam dari tomat ceri (cung kediro) berbeda dengan pindang daerah lain yang menggunakan asam jawa atau nanas. Bagi anda yang bukan penggemar terasi, hidangan Pindang Musi Rawas ini bisa jadi favorit anda karena hidangan ini tidak menggunakan terasi. Kuah Pindang Musi Rawas jernih dengan irisan rempah sereh, lengkuas dan jahe yang generous .

5. Pindang Palembang

Resep Pindang Ikan Patin Khas Palembang Lezat

(sumber foto: 4.bp.blogspot.com)

Pindang Palembang memiliki rasa kuah yang kaya akan rempah dan tidak terlalu pedas menyerupai dengan Pindang Musi Rawas, akan tetapi Pindang Palembang menggunaan daun kemangi yang memberikan aroma harum meyegarkan. Hidangan ini juga tidak mengunakan terasi dan rasa asam didapatkan dari asam jawa dan potongan nanas. Bahan utama pindang ini juga tidak selalu ikan, bisa berupa kerang, udang, ayam kampung, burung dan daging bahkan tulang sapi.

Ada pula variasi lain dari Pindang Palembang yaitu Pindang Tempoyak yang didalamnya ditambahkan tempoyak atau fermentasi buah durian yang asam dan beraroma khas. Rasa segarnya tempoyak dijamin akan membuat anda ketagihan.

Yummy, jadi laper kan? Hehe.. (red/dil)

Artikel Terkait