Laskarwongkito.com — Kamu hobi baca buku? Pasti tau dong penulis terkenal yang bukunya sudah menjarah sampai ke luar negeri. Tapi kali ini tim LWK bakal infoin ke kalian lima penulis asal Palembang yang karyanya gak kalah apik dan banyak diminati pembaca loh.

Ditambah, mereka menulis dari genre yang berbeda-beda. Mau tau siapa aja? Yuk kita simak..

1. Tomy Aryandi

CiQ9LHdVEAAfmpN

(sumber foto: pbs.twimg.com)

Penulis yang dikenal dengan nama medsos ‘Koas Gigi Sinting’ ini telah menelurkan lima buah novel yang bergenre comedy, yaitu Catatan Gila Dokter Galau (2012), KOAS (2013), Cerita Bodor Koas (2014), Dua Gigi Koplak (2015) dan Diary Koas Gigi Sinting (2016). Wah lumayan banyak ya guys! Kalian tahu nggak, semua buku yang ditulis oleh doi isinya tentang curhatan seorang mahasiswa tua yang nggak kunjung lulus, kehidupan di kampus dan klinik selama sepuluh tahun! Kalian bisa bayangin betapa galaunya doi?

Tapi kerennya, kegalauannya bisa disalurkan menjadi sebuah karya. Patut dicontoh nih! Cowok kelahiran 11 Desember 1988 ini akan menerbitkan satu buah novel lagi yang merupakan novel pertama di luar cerita tentang koas yang bertajuk comedy romance. Wah nggak sabar menantinya, kak!

2. Ahmad Zaid

CTTA1CSUYAAEIua

(sumber foto: pbs.twimg.com)

Penulis kelahiran 7 Oktober 1993 ini, telah menerbitkan tiga buku, yaitu Catatan Hati (2012), My best Friend (2013) dan #Cermis (2014). Tentang genre, doi bisa menulis dengan genre yang berbeda-beda, karena tiga bukunya tersebut, memiliki genre yang berbeda-beda loh. Kita dapet satu quote nih dari doi “Hidup itu kayak jalan. Kalau kendaraan lo kebohongan, jalan lancar, tapi rem lo blong. Kalau kendaraan lo kejujuran, jalan macet, tapi selamat sampe tujuan”. Cukup mengingatkan bahwa hidup itu harus penuh kejujuran ya, guys!

3. Rido Arbain

11373629_683954385075326_47320062_n

(sumber foto: scontent.cdninstagram.com)

Nah yang satu ini cukup unik, apalagi jika mengingat profesinya. Ya, Rido Arbain tercatat sebagai Polsuspas di Lapas Banyuasin, lho. Meski demikian, cowok kelahiran 27 Maret 1992 ini, masih tetap menekuni hobi menulisnya.

Yak, novel pertamanya terbit tahun kemarin dengan judul Flip-Flop. Judul ini diambil dari perbedaan situasi dari sebelum dan setelah LDR yang dijalani oleh tokoh pasangan dalam novel tersebut. Penulis dengan genre comedy romance ini juga merupakan seorang penulis puisi loh, puisinya beberapa kali diterbitkan oleh koran di Palembang! Quote cantik dari doi : “Menulis adalah usaha kecil kita untuk melawan lupa dan menolak dilupakan”.  Wiih sedaaap.

4. Bimo Rafandha

buku bimo

(sumber foto: 3.bp.blogspot.com)

Laki-laki yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya ini, pertama kali menerbitkan kumcer Fireflies of Winterpada tahun 2011, setelahnya doi menerbitkan novel yang berjudul I’m Not Your Bodyguard pada tahun berikutnya yang bergenre teenlit. Selama tahun 2011 sampai 2013, cowok kelahiran 3 April 1993 ini telah menerbitkan lima kumcer loh, yaitu Fireflies of Winter, Dongeng Patah Hati, Teru-Teru Bozu, Antologi 990 dan The Dolphin Dream.

Selain itu, doi bakal menerbitkan satu kumcer lagi yang berjudul Fantasteen Angka! Satu quote dari Bimo yang dapat menginspirasi temen-temen penulis “Bagi saya, menulis ibarat bercermin. Dari menulis, saya bisa tahu diri saya sendiri”.

5. Yarica Eryana

yarica-eryana

(smber foto: cdn2.tstatic.net)

Tak tanggung-tanggung, perempuan cantik kelahiran 14 Januari 1992 ini menerbitkan sembilan novel solo dan satu novel kolaborasi. Keren banget kan! Di antaranya ada Reminiscence (2013), Moonlight (2013), Winter in My Heart (2013), Stupid Marriage (2013), Amour Interdit (2014), Closer and Hurted (2014), The Destiny (2015), Kiss The Rain (2015), River Flows in You (2016) dan Wonder Boy (2015).

Penulis bergenre romance ini pun pernah mendapatkan prestasi, menjadi salah satu naskah terbaik lomba novel Jepang pada tahun 2013 pada naskah novelnya yang berjudul Winter in My Heart.

Nah, baru tahu kan? Sebenarnya masih banyak penulis asal kota pempek yang mulai berkiprah di dunia literasi ini. Makanya, kamu pun bisa memulai untuk menjadi penulis. (red/dil)

Artikel Terkait