Laskarwongkito.com – Bahasa Palembang pasaran mengakar kepada budaya pergaulan. Maksudnya, sebagai bahasa yang tidak mengenal tingkatan seperti bahasa jawa semacam kromo inggil. Palembang menempatkan subjek pembicaraan dalam tingkatan yang setara.

Sehingga, dalam pergaulan sehari-hari banyak sekali akan kita temui kata-kata sapaan terhadap teman sebaya. Di mana kata-kata tersebut, jika ditelisik lebih jauh, ternyata memiliki arti yang telah keluar jauh dari makna semulanya.

469231_620

(sumber foto: cdn.tmpo.co)

Nah, sebagai wong Plembang, tentu saja kita harus bangga karena, khasanah kosakata kita sangat kaya dan semakin menunjukkan fleksibilitas bahasa. Buat yang baru datang di Palembang, jangan kaget ya dengan kata-kata yang digunakan. Sebagai pengetahuan atau bisa juga kamu terapkan, agar dapat dengan cepat mengakrabi orang Palembang. Siapa tahu dapat gebetan dari orang yang kita akrabi tadi, entah adiknya atau keponakan. Eh?

Ya udah, kita simak yuk..

1. Lur

Lur itu artinya saudara atau teman dekat. Biasanya wong Palembang akrab dengan sebutan ini sebagai panggilan untuk teman sebaya. Kalau asal katanya, kamu pasti sudah tahu, yups dulur. Untuk menyebut keluarga atau saudara. Tapi di dalam pergaulan ini untuk menyapa teman yang sudah kita anggap teman dekat.

2. Mangcek & Bicek

Kalau mangcek dan bicek ialah panggilan untuk paman dan bibi. Ini menjadi semacam sapaan resmi di acara formal namun yang bersifat santai. Misalkan dalam rapat RT, kumpul-kumpul warga, atau sekarang juga ‘naik pangkat’ karena beberapa tahun terakhir sudah menjadi sapaan bagi pemirsa radio oleh host­-nya.

650GAHZ7oK

(sumbee foto: img.okezone.com)

3. Wak

Berasal dari kata “Uwak” yang artinya paman atau bibi yang usianya lebih tua daripada bapak/ibu kita, baik ada hubungan keluarga maupun secara srata pergaulan sosial saja. Nah, dalam pergaulan ungkapan ini digunakan untuk memanggil teman kita, sama dengan istilah bro atau brother. Berbeda sedikit dengan panggilan Lur di atas, Wak menjadi sebutan untuk menegaskan pesan yang ingin kita sampaikan kepada orang tersebut.

4. Ayuk

Kalau panggilan yang satu ini pasti sudah tak begitu asing ya, ayuk bagi orang Palembang jelas untuk memanggil kakak perempuan atau perempuan lain yang lebih dewasa dari kita. Mereka lebih nyaman dipanggil ayuk daripada dipanggil kakak. Ini unik ya, meskipun masih dalam rumpun melayu, bahasa Palembang berbeda dengan bahasa melayu pada umumnya, yang menyebut Abang untuk saudara laki-laki dan Kakak untuk saudara perempuan yang lebih tua.

5. Nyai & Yai

Orang tua yang sudah rentan umurnya biasanya akrab di panggil kakek atau nenek. Nah kalau di Palembang nyai untuk sebutan nenek dan yai untuk kakek nih guys. (red/dil)

Artikel Terkait