Laskarwongkito.com — Meskipun kita sudah diberikan pelajaran sejarah sejak mulai bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, tapi nyatanya masih banyak potongan sejarah yang tidak tersampaikan kepada kita.
Iya, banyak sekali malah! Nah lima fakta sejarah di bawah ini pasti tidak tersampaikan kepada kamu di waktu sekolah. Apa saja itu? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Koran Pertama yang Terbit dan yang Dibredel di Indonesia adalah Koran yang Sama

(sumber foto: historia.id)

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen memerintahkan anak buahnya untuk membuat lembaran berita internal yang berisi informasi mengenai kedatangan dan keberangkatan kapal-kapal niaga. Lembaran berita tersebut ditulis tangan sebanyak 4 halaman dan diberi nama Memorie der Nouvelles.
Ini merupakan cikal bakal koran Bataviase Nouvelles, yang diterbitkan pertama kali pada 7 Agustus 1744 — setelah masuknya mesin cetak ke Hindia Timur.
Bataviase Nouvelles merupakan koran pertama yang diterbitkan di Batavia, maupun Indonesia. Koran ini diterbitkan seminggu sekali sebanyak 4 halaman dengan layout dua kolom. Dan “naas”-nya koran purba ini pulalah yang duluan dibredel.

2. Bung Karno Tidak Puasa Saat Proklamasi

(sumber foto: koransulindo.com)

Mungkin kamu tahu bahwa hari proklamasi kemerdekaan RI jatuh pada bulan Ramadhan. Namun, saat itu Bung Karno tidak berpuasa karena sedang sakit akibat gejala malaria tertiana. Ketika dibangunkan di pagi hari, Bung Karno mengeluh badannya terasa seperti meriang.
Setelah disuntik dan minum obat, beliau kembali tidur dan bangun pada pukul 09.00 WIB untuk bersiap-siap memproklamirkan kemerdekaan RI pada pukul 10.00 WIB.
Bayangkan betapa membaranya semangat beliau memproklamasikan kemerdekaan. Kamu pasti nggak menyangka ‘kan kalau saat itu beliau sedang sakit?

3. Bendera Pusaka dari Sprei dan Penjual Soto

(sumber foto: blogspot.com)

Bendera merah putih untuk keperluan kemerdekaan sebenarnya telah dibuat oleh Fatmawati, istri Bung Karno, sebelum tanggal 16 Agustus 1945. Akan tetapi, bendera tersebut dianggap terlalu kecil untuk dikibarkan. Akhirnya, Fatmawati membongkar lemari mencari kain untuk membuat bendera baru. Ia menemukan kain sprei berwarna putih. Bagian merahnya dibeli dari seorang penjual soto oleh pemuda bernama Lukas Kastaryo.

4. Demi Patung Dirgantara, Bung Karno Jual Mobil

(sumber foto: viva.co.id)

Pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran sempat terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September/PKI, yang membuat posisi Bung Karno sebagai Presiden Indonesia di ujung tanduk. Demi menyelesaikan pembuatan patung tersebut, Bung Karno harus menjual salah satu mobilnya dan menyerahkan dana sebesar Rp 1,7 juta kepada Edhi Sunarso, sang pemahat.
Edhi pun juga turut merogoh kocek pribadi hingga mengutang ke pemasok bahan pembuatan patung. Sayangnya, sebelum patung itu diresmikan, Bung Karno telah meninggal dunia terlebih dulu. Edhi yang melihat iringan mobil jenazah Bung Karno saat sedang melakukan penyelesaian akhir di atas patung kemudian turun, dan ikut mengiringi kepergian Bung Karno.

5. Draf Naskah Proklamasi Sempat Hilang

(sumber foto: klimg.com)

Draf naskah proklamasi ditulis tangan oleh Bung Karno dan dibantu Bung Hatta dalam pemilihan kata-katanya. Setelah acara proklamasi selesai, draf tersebut menghilang. Wartawan senior Indonesia bernama BM Diah menemukan draf tersebut terbuang di tempat sampah.
BM Diah lalu menyimpan draft tersebut selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992. Wah-wah, bagaimana jika draft itu sama sekali terbuang? Niscaya anak cucu bangsa tidak akan bisa melihat naskah otentik proklamasi itu kan?
Bagaimana, seru sekali setelah mengetahuinya bukan? Jadi jangan berhenti dan merasa puas dengan pengetahuan yang kita miliki hari ini ya Sob.. (red/dil)

Artikel Terkait