Laskarwongkito.com — Anak sekarang kebanyakan sibuk sendiri dengan gawainya masing-masing. Sementara anak era 90-an yang lebih sering bersama teman-temannya. Entah main bareng, cerita pengalaman pribadinya yang biasanya berujung dengan pamer, sampai ejek-ejekkan yang tak jarang membuat kalian marah-marahan.

Tapi yang pasti kata orang generasi 90-an itu terbilang cukup kreatif dan aktif dalam bersosialisasi dengan lingkungannya.

Hayo kira-kira kalian masih inget gak hal apa yang biasa anak 90-an pakai untuk guyonan?

1. Mengejek-ngejek nama orangtua teman kalian, sampai berujung ke marah-marahan

(sumber foto: malesbanget.com)

Bahkan anak kecil saja sudah pintar memelesetkan nama orang dengan hal-hal yang lucu tapi cukup menyebalkan. Dan biasanya bercandaan ini akan berujung dengan marah-marahan.

 2. Meledek teman pakai uang kertas lima ratusan yang ada gambarnya monyetnya. Hayo siapa yang pernah?!

(sumber foto: blogspot.com)

Ingat nggak bagaimana kesalnya kamu pas dibilang monyet, sekalipun tak diejek secara langsung. Kalau nggak marah, paling kamu pun ikut-ikutan kan?!

 3. Nempelin kertas tulisan “aku orang gila” di punggung teman sendiri, bikin gregetan sih ini, hehehe.

(sumber foto: hipwee.com)

Kamu mendadak bingung saat teman-temanmu tertawa terkikik ke arahmu. Membuatmu berpikiran apa yang salah dengan dirimu. Perasaan bajumu rapi dan tak salah kostum. Sementara wajah serta tingkah lakumu masih terlihat normal. Selidik punya selidik, ternyata entah sejak kapan tertempel tulisan, aku orgil alias orang gila di punggungmu. Kesal nggak perlu ditanya. Malu pun tak bisa dielak pastinya.

 4. Waktu teman menangis, yang lain malah nyanyi “Nah loh-nah loh anak orang dikejar nangis….”

(sumber foto: hipwee.com)

Ya, begitulah masa kecil. Saat teman nangis, bukannya diusap-usap atau ditenangin. Eh, malah diledekin.

 5. Meledek temen yang lagi suka sama teman kalian juga. Duh, cinta monyet itu lucu ya

(sumber foto: yuniarwijananto.com)

Ledekan ini nggak akan berhenti sekalipun temanmu sudah malu sekali. Ya, meskipun aslinya senang. Maklum cinta-cinta monyet memang selalu menggelikan.

Ah, bahagianya mengenang masa-masa itu. (red/dil)

Artikel Terkait