Laskarwongkito.com — Siapa sih yang nggak suka ketemu artis? Apalagi orang Palembang, biasanya nih kalo ketemu artis langsung diajak foto-foto dan pamer di sosial medianya dengan caption penuh rasa bangga dan terharu bisa ketemu artis tersebut. Nah, kalo artis yang udah lama gak ngehits di dunia pertelevisian, kira-kira kalian masih inget gak yah? Atau bahkan gak tau sama sekali?

Kalau begitu, tim LWK akan kasih tau kalian Lima seleb nasional asal Palembang yang sudah jarang terdengar lagi namanya.

1. Selly Hasan

selly-hasan

(Sumber foto: photobucket.com)

Perempuan yang biasa mendapatkan peran antagonis ini lahir di Palembang, 27 Agustus 1984 silam. Tahu gak? Doi dibesarkan di Komplek Maskarebet, Talang Kelapa loh! Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Selly merintis kariernya mulai dari nol. Dengan dukungan dari keluarganya, Selly yang saat itu masih menetap di Palembang, rela bolak-balik Palembang-Jakarta demi melanjutkan cita-citanya. Putri pasangan Raden Hasanuddin dan Nita Prisma ini mengawali kariernya di dunia hiburan Indonesia saat terpilih sebagai runner up “Pemilihan Putri Belia” tahun 1997. Prestasi itu kemudian mengantarkannya untuk terjun ke dunia entertainment.

Sebelumnya, Selly sudah sering memenangkan perlombaan serupa di daerah asalnya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Debut sinetron pertamanya adalah Saras 008. Di sinetron ini, dia berperan sebagai gadis yang memiliki kekuatan super bernama Saras. Ilmu beladiri karate yang dimiliki Selly sejak kecil ternyata sangat membantunya dalam memainkan peran ini.

Setelah itu Selly tercatat membintangi banyak sinetron, antara lain Lupus Millenia, Karena Cinta, Putri Cahaya, Gol dan Ikhlas. Selain sinetron, Selly juga dikenal sebagai presenter. Dan baru-baru ini Selly kembali hadir ke hadapan pemirsa melalui sinetron Terlanjur Cinta.

2. Yunita Romela

yunita-romela

(Sumber foto: photobucket.com)

 

Yunita Romela, atau Mela. Cewek kelahiran Palembang, 8 Juni 1988 ini pernah berprofesi sebagai foto model dan pernah menjadi brand image-nya salah satu mal di Jakarta.

Cewek ini ikut audisi di Bandung tapi tetap ingin mewakili Palembang di ajang Indonesian Idol 2010. Mela yang pandai menyanyikan lagu melayu dan pernah ikut MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan juga penyuka Jazz ini mengaku sangat mengagumi John Legend.

Selain itu cewek ini juga pernah menjadi runner-up di ajang Cantik Indonesia 2004 pada usianya yang ke-16. Dan saat itu juga ia pernah meraih penghargaan yakni Best Singer di Palembang pada tahun 2003.

Pada 2011, ia merilis lagu perdananya yang berjudul Segala Rasa Cinta, sebuah hits lama milik Fryda Lucyana. Lagu ini termasuk dalam album kompilasi Album Cinta Cosmopolitan Star Search 2010. Hingga akhirnya pada tahun 2014, ia meluncurkan album solo perdananya yang berjudul Everything. Selain sebagai penyanyi, Mela juga merupakan seorang aktris yang kerap membintangi sinetron dan juga FTV, dan sempat pula mendukung film Bangun Lagi Dong Lupus.

3. Tya arifin

tya-arifin

Sumber foto: http://lagitren.co)

Nama Tya Arifin sangat melejit dan saat ini menjadi aktris yang popular karena membintangi serial drama komedi Preman Pensiun yang disiarkan oleh stasiun swasta. Dalam sinetron tersebut Tya berperan sebagai anak ketiga dari pensiunan bos preman yaitu Kang Bahar.

Di sinetron ini Tya Arifin berperan sebagai Kinanti sebagai gadis pintar cantik dan mahasiswa namun hal itu bukannya membuat para cowok mendekati Kinanti malahan pada takut dengan bapaknya Kang Bahar. Tya Arifin telah banyak membintangi beberapa film di Indonesia.

Setidaknya sudah ada 4 film dan 1 sinetron. Tya mengawali karier dalam film Gending Sriwijaya pada tahun 2012 beradu peran bersama Julia Perez, Agus Kuncoro, Slamet Rahardjo, Jajang C Noor lalu film Napza Merry Go Roundbersama aktor kawakan Ray Sahetapy, Keke Soeryo dan Poppy Sovia pada tahun 2013, lalu berlanjut bermain film bertema hip hop King of Rock City dan film Tak Sempurnabersama Iwa K, Saykoji, lalu Garuda Superhero serta Gila dan Jiwa bersama Julia Perez, Aming, Dewi Irawan, Ria Irawan dan Omo Kucrut.

Selain film layar lebar Tya Arifin juga bermain di film festival yang disutradarai oleh Robin Shou (Mortal Kombat) dilanjutkan mengeluarkan single berjudul Bawalah Aku pencipta Anang Hermansyah.

Gadis kelahiran Palembang, 22 Oktober 1994 ini, kemudian menikah dengan Asyraf Khalid di Malaysia pada 1 November 2015, yang merupakan bangsawan Malaysia, putra dan datuk Khalid Mohammed Jiwa yang menikahi penyanyi Siti Nurhaliza.

4. Lyra Firna

lyra-virna

(Sumber foto: http://ketemulagi.com)

Artis cantik asal Palembang yang satu ini lahir pada 14 Maret 1981. Selain berprofesi sebagai artis, ternyata Lyra Virna juga berkarir menjadi pembawa acara. Putri pasangan Firdaus Hamidy dan Maria Anawati ini telah banyak menghiasi layar kaca Indonesia.

Sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Jin & Jun 2, Terpikat, Habibi dan Habibah, Dewi Angin-Angin, Sephia, Bujangan, Pada-Mu Ya Robbi, Dewi Cinta, Kupu-Kupu Malam, Benci Benci Rindu, Di mana Melani?, Cinta Fitri Season 6, dan 2 Dewi.

Saat ini Lyra sudah jarang terlihat di kaca pertelevisian, namun berita perceraiannya bersama sang suami menjadi topik yang cukup hangat.

5. Ferry Salim

ferry-salim

(Sumber foto: tstatic.net)

Ferry Salim yang lahir di Palembang, 8 Januari 1967 adalah seorang aktor dan MC berkebangsaan Indonesia. Namanya melejit sejak membintangi film Ca Bau Kan. Awal kariernya dari seorang model saat ia masih menempuh pendidikan di SMA. Ferry telah bermain di lebih dari 60 judul sinetron dan lebih dari 15 film layar lebar.

Pada tahun 2004, Ferry Salim ditunjuk oleh UNICEF (United Nations Children’s Fund) sebagai duta nasional untuk Indonesia. Menjadi duta UNICEF, Ferry kini sibuk dengan urusan imunisasi, kesehatan balita dan membantu UNICEF di berbagai kegiatan dan tempat seperti di toko UNICEF (dibuka Desember 2005) yang menjual beraneka produk UNICEF seperti kertas surat, amplop, alat tulis, dan boneka. Semua hasil penjualan produk-produk ini disumbangkan untuk anak-anak Indonesia.

Pada tahun 2010, Ferry Salim membuka restoran pertamanya Shabu Slim. Restoran berkonsep All You Can Eat and Drink Shabu-Shabu dan Sushi yang berlokasi di Central Park. Kini Shabu Slim sudah memiliki 3 cabang yaitu di Mall Central Park, Mall Kelapa Gading 2 dan Mall Kota Kasablanka. Shabu Slim adalah restoran Shabu-Shabu pertama di Indonesia yang menggunakan conveyer belts yang panjang beltsnya sampai dengan 70 meter dan juga merupakan konsep pertama di Indonesia yang membatasi waktu makan hanya boleh sampai dengan 1 jam 30 menit. (dil/red)

RelatedPost