PALEMBANG — Adanya beberapa perubahan regulasi di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 diakui Oswaldo Lessa cukup memberikan pengaruh signifikan. Bahkan pelatih kepala Sriwijaya FC yang sudah bermukim selama 6 musim di tanah air ini menyebut pelaksanaan kompetisi Liga 1 Indonesia lebih berat dari biasanya.

Menurutnya, kepastian mengenai sistem degradasi membuat seluruh tim bermain lebih spartan dari biasanya. “Sistem promosi degradasi hanya salah satu contoh, lalu adanya kepastian bahwa juara akan bertanding ke kompetisi AFC juga semakin menjadi motivasi lainnya,” jelas pelatih asal Brasil ini saat dihubungi Selasa (16/5) sore.

Pelatih asal Brasil ini bahkan menyebut bahwa dirinya sangat termotivasi untuk membawa laskar wong kito kembali berlaga di kompetisi AFC musim depan. “Saya pikir SFC dan sepakbola Indonesia secara umum sangat layak bermain di level Asia, terutama AFC. Saya bahkan sangat menikmatinya saat membawa Persipura Jayapura lolos ke babak semifinal AFC beberapa musim lalu,” ungkapnya.

Musim ini, Lessa juga menyebut banyaknya pemain asing baru yang bermain di Indonesia juga memberikan pengaruh yang cukup signifikan. “Baik marquee player atau bukan, semuanya cukup berkualitas dan itu membuat pengaruh yang positif bagi tim. Dan sekarang tidak ada tim yang benar-benar dominan,” tambahnya.

Dirinya mencontohkan bagaimana meningkatnya performa PS TNI musim ini yang hingga pekan 6 mampu menyerodok ke papan atas klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017. “Kalau dulu hampir semua klub pasang target menang ke PS TNI, tapi sekarang semua berubah. Dengan hadirnya pemain asing berkualitas dan motivasi berlipat ganda dari pemainnya plus semangat juang pantang menyerah ala tentara, mereka sudah tidak bisa dianggap remeh. Di laga terakhirnya semua modal tersebut terbukti bisa mengalahkan pemimpin klasemen sementara,” bebernya. (dedi)

Artikel Terkait