PALEMBANG — Dulu setiap menjelang hari raya Idul Fitri Kepolisian Republik Indonesia di seluruh daerah selalu menyelenggarakan “Operasi Ketupat” untuk pengamanan hari lebaran. Sekarang pada hari raya Idul Fitri 2016 Operasi Ketupat sudah tidak ada diganti dengan “Operasi Ramadhania.”
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), Kamis (30/6) di lapangan Mapolda Sumsel di jalan Jendral Sudirman menyelenggarakan gelar pasukan Operasi Ramadhania Musi 2016. Pada upacara tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin langsung menjadi inspektur upacara.
Upacara gelar pasukan Operasi Ramadhania Musi 2016 selain di Mapolda Sumsel juga serentak diselenggarakan di seluruh Polres di Sumsel. Operasi Ramadhania Musi 2016 berlangsung selama 16 hari mulai dari  30 Juni – 16 Juli 2016. Operasi ini bertujuan mengamankan perayaan hari raya Idul Fitri 1437 H.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang membaca amanat Kapolri mengharapkan operasi pasukan dapat dilakukan secara sinergis oleh berbagai pihak sehingga terwujud keamanan dan ketertiban dalam perjalanan mudik dan arus balik.
“Mudik adalah aktivitas di hari Idul Fitri yang menjadi kebiasaan bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Selain itu, hari Lebaran juga dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi dan liburan. Saat itu tentu saja akan terjadi peningkatan mobilitas kendaraan dan hal lainnya. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab untuk kita untuk memberikan kenyamanan dan keamanan,” kata Alex Noerdin.
Gubernur Sumsel memprediksi pada lebaran tahun ini puncak arus mudik akan berlangsung mulai H-4 sebelum bebaran dan H+3 setelah lebaran, dengan penggunaan angkutan umum mencapai 17,6 juta unit, sedangkan penggunaan mobil pribadi sebanyak 2,4 juta unit serta penggunaan motor mencapai 6,7 juta unit.
Gubernur Alex Noerdin juga menginstruksikan untuk dilakukan sinergi dengan pihak terkait lainnya guna melakukan tindakan preventif untuk melakukan antisipasi dan menempatkan petugas keamanan di tempat-tempat keramaian seperti, pelabuhan, terminal, tempat pembagian zakat fitrah, rest area, dan tempat wisata. “Target kita terwujudnya rasa aman dan nyaman dalam berlalu lintas,” pesannya.
Sementara itu pergantian nama dari “Operasi Ketupat” menjadi “Operasi Ramadhania” menurut sumber di Mabes Polri merupakan permintaan langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan alasan agar terdengar lebih humanis.  (juniara)

RelatedPost