Meski akan menghadapi para pemain senior yang lebih berpengalaman, namun Sriwijaya FC yang akan didominasi oleh deretan young gouns mengaku tidak gentar dan siap mengalahkan tim Starbol Indonesia, Sabtu (27/6) besok di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Namun Ichsan Kurniawan dkk diingatkan untuk tidak demam panggung dan berkosentrasi selama 90 menit pertandingan.

“Mental pemain suka begitu, begitu tahu lawannya punya nama besar langsung ciut nyalinya. Padahal menurut saya hasil pertandingan hanya akan ditentukan oleh pemain yang mau bekerja keras serta bekerjasama dalam tim. Sejauh ini mereka pun sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan saat latihan,” ujar Rudy William Keltjes, pelatih yang ditunjuk untuk menukangi laskar wong kito saat laga eksebisi ini.

Eks pemain nasional ini pun mengaku sudah mempunyai gambaran mengenai pemain yang akan diturunkan dalam laga yang dimaksudkan sebagai peringatan ultah SFC yang ke-10 tahun ini. “Ini kesempatan berharga buat pemain, dan saya sudah katakan ke mereka bahwa di laga inilah kalian menunjukkan kepantasan kalian bermain untuk tim PON Sumsel dan pada akhirnya nanti Sriwijaya FC yang akan memetik hasilnya, boleh dibilang tim yang saat ini saya tangani adalah gambaran SFC dalam 2-3 tahun kedepan,” tegasnya.

Saat sesi latihan yang digelar di stadion GSJ, Kamis (26/6) sore, beberapa pemain senior SFC seperti Jecky Arisandi, Rizky Dwi Ramadhana juga sudah terlihat. Begitu juga Zalnando, pemain muda SFC U21 yang baru saja pulang dari timnas U23 yang berlaga di SEA Games Singapura lalu. Selain itu, tampak juga Tri Hamdani Goentara, eks SFC U21 yang terakhir bermain di Persita Tangerang serta Yogi Rahadian, putera asli Sumsel yang merumput bersama Mitra Kukar.

Sementara itu, munculnya wacana penghapusan kualifikasi Pra PON untuk cabor sepakbola oleh Djohar Arifin dan Menpora mendapat reaksi dari Asprov PSSI Sumsel. Menurut Bambang Supriyanto, Ketua Bidang Pembinaan Asprov PSSI Sumsel melihat akan banyaknya peserta yang akan mengikuti PON 2016 di Jabar mendatang jika rencana ini jadi dilaksanakan, maka panpel pasti akan kesulitan menggelar pertandingan dengan baik.

“Coba bayangkan jika 34 propinsi seluruhnya ikut, berapa banyak pertandingan yang harus dimainkan walau nanti sudah dibagi dalam beberapa grup. Apalagi pelaksanaan PON tidaklah lama dan hanya berkisar 10 hari sampai 2 minggu, jadi ide tersebut menurut saya tidak realistis. Apalagi kapasitas Djohar Arifin saat pertemuan dengan Menpora kemarin juga tidak jelas karena masa jabatannya sebagai Ketum PSSI sudah berakhir,” tambahnya.

Artikel Terkait