PALEMBANG — Sriwijaya FC gagal meraih poin penuh saat menjamu Semen Padang, Jumat (4/11) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Rudi di awal pertandingan, sepakan Alberto Goncalves di penghujung babak pertama mampu menyamakan kedudukan dan skor 1-1 bertahan hingga berakhirnya laga.

Pelatih Semen Padang, Nil Maizar mengaku dirinya cukup puas dengan penampilan anak asuhnya di laga ini. “Jika melihat skornya, tentu saya senang karena mendapat poin di Palembang. Mereka mampu menguasai permainan, namun seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan tadi,” ungkapnya usai pertandingan.

Diakuinya, di babak kedua pihaknya sudah merubah strategi dan memasukkan 2 pemain untuk mencari kemenangan. “Tadi saya sudah masukkan Vendry Mofu dan Lee Gil Hoon untuk menambah darah segar, namun pertahanan mereka sangat rapat sehingga pemain kami sedikit kesulitan,” jelasnya.

Kritikan tajam dari datang kapten tim Semen Padang, Nur Iskandar yang menganggap kepemimpinan wasit Musthofa Umarella ini sangat merugikan pihaknya. “Soal KM untuk tuan rumah itu sangat wajar, namun kami seharusnya bisa mendapat 1 penalti di babak kedua. Bahkan bila dibandingkan dengan proses penalti SFC karena aksi Firman Utina, justru pelanggaran terhadap Rico Simanjuntak yang lebih sangat terlihat,” keluhnya.

Sementara itu, pelatih SFC Widodo C Putro  menyebut hasil imbang ini bukanlah sebuah hasil yang buruk  mengingat pihaknya harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain saya yang sudah berjuang mati-matian di lapangan, soal wasit silahkan masyarakatnya yang menilainya. Saya tidak ingin berpolemik, namun sekali lagi saya sampaikan bahwa saya punya cita-cita ingin memajukan sepakbola Indonesia, dan wasit harus terus meningkatkan kualitasnya,” bebernya.

Terkait keputusannya menarik keluar Firman Utina, roh permainan SFC di babak kedua, WCP mengaku bahwa hal tersebut merupakan bagian dari strategi yang dipersiapkannya. “Mungkin Firman terlihat lebih bugar, namun saya adalah pelatih mereka yang lebih tahu kondisinya. Saya harus memproteksinya karena pertandingan masih cukup banyak,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemain SFC, Firman Utina. “Bermain dengan 10 pemain, tentu akan sangat sulit bagi pelatih untuk membuat sebuah strategi di lapangan. Namun saya senang karena tim ini menunjukkan kekompakannya dan tidak menyerah saat pertandingan tadi,” ungkapnya singkat.

Di awal babak pertama, Sriwijaya FC langsung tampil menekan pertahanan Semen Padang dan beberapa variasi serangan yang diciptakan mampu membahayakan gawang tim lawan yang dijaga oleh Jandia Eka Putra. Namun justru tim tamu yang bisa menciptakan gol terlebih dulu melalui tendangan Rudi yang memanfaatkan kemelut di kotak penalti laskar wong kito di menit 12 sekaligus merubah skor menjadi 0-1.

Bernafsu menyamakan kedudukan, SFC justru harus bermain dengan 10 pemain setelah Ngurah Nanak diusir wasit Musthofa Umarella yang memimpin pertandingan karena dianggap melanggar Rico Sumanjuntak yang memiliki keuntungan mencetak gol di menit 23. Bermain dengan 10 pemain, SFC tidak mengendurkan serangan dan tetap menekan pertahanan Kabau Sirah.

Tetapi Semen Padang yang memiliki keunggulan jumlah pemain mampu lebih mengontrol permainan dan mencetak sejumlah peluang untuk memperbesar keunggulan. Tetapi tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Alberto Goncalves di menit 44. Hukuman tendangan 12 pas ini diberikan wasit setelah Novan Sasongko menganjal Firman Utina dan skor imbang 1-1 ini menutup 45 menit babak pertama.

Di babak kedua, Semen Padang langsung melakukan perubahan dengan menarik keluar Hamdi Ramdhan dan digantikan oleh Agung Prasetyo. Pertandingan sendiri berlangsung dengan tempo sedang dan kedua tim bermain hati-hati untuk tidak kembali kebobolan. Memasuki injury time babak kedua, SFC sempat membuat peluang emas melalui sundulan Mauricio, namun Novan Sasongko mampu menghalaunya dan pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 1-1. (dedi)

RelatedPost