PALEMBANG — Sriwijaya FC menutup persiapan akhir di Palembang sebelum turun di turnamen Piala Presiden 2017 dengan positif. Meski tidak melihat hasil akhir karena kualitas lawan yang memang jauh dibawah laskar wong kito, namun Widodo C Putro menyebut anak asuhnya terus menunjukkan peningkatan performa belakangan ini.

Dalam latih tanding yang digelar Jumat (3/2) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, TA Mushafry dkk menang dengan skor 6-1. “Sama seperti laga sebelumnya, di laga ini saya ingin melihat sentuhan para pemain terus membaik. Apalagi skuad SFC sudah hampir lengkap sehingga tadi kita mencoba beberapa variasi yang akan diterapkan nantinya,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, dengan adanya beberapa regulasi baru di turnamen Piala Presiden dan Liga 1 2017 nanti, maka pihaknya memang perlu mensiasatinya dan menyiapkan pemain muda U23 sebaik mungkin. Oleh karena itu, di susunan pemain awal, eks pelatih timnas ini pun menyesuaikannya dengan memainkan Yanto Basna, Zalnando dan Slamet Budiono secara bersamaan.

“Untuk Yanto dan Zalnando mereka musim lalu sudah sering bermain, sementara Budi pemain berbakat namun harus terus dicoba. Masih ada Mariando dan Reza Erlangga yang juga bisa dimainkan, karena itu di latih tanding kami juga menyiapkan tim sesuai dengan regulasi di turnamen Piala Presiden nanti,” jelasnya. Diakuinya, kewajiban memainkan pemain U23 sebanyak 3 orang minimal 45 menit di setiap pertandingan tentu memaksa pihaknya harus pintar dalam menyusun line up.

Di laga ini sendiri, Slamet Budiono seolah ingin mengirimkan sinyal bahwa dirinya siap menunjukkan kemampuannya kepada jajaran pelatih dengan mencetak 1 gol di babak pertama. Pergerakannya yang menyisir sisi sayap kanan lapangan juga beberapa kali membahayakan gawang lawan yang dijaga oleh eks kiper SFC, Fauzi Toldo.

“Saya ingin menyusul jejak Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan, Manda Cingi, Zalnando dan pemain muda alumnus SFC U21 lainnya yang musim lalu sudah sering mendapat kepercayaan di tim senior. Sebagai pemain muda memang ada sedikit beban, namun saya bersyukur karena senior disini mau membimbing dan mengarahkan saya,” ungkap Budi yang merupakan pemain dari Lubuk Linggau ini.

Sementara itu, manajer Lapas Banyusin FC Agus Susanto mengaku senang dapat menjajal kekuatan tim kebangaaan masyarakat Sumsel ini. “Kami adalah tim yang membina talenta-talenta di Banyuasin dan beberapa kali menjuarai kejuaraan di kabupaten. Tentu dengan latih tanding ini pemain Lapas Banyuasin sangat termotivasi karena ada idola mereka juga yang bermain di SFC,” ungkap Kepala Lapas Banyuasin ini.

Menurutnya, untuk mencari talenta berbakat, tidak jarang pihaknya melakukan blusukan ke beberapa daerah di kawasan Banyuasin. “Kadang kami sparing sampai ke daerah jalur, selain tarkam juga melihat kalau ada pemain muda potensial. Untuk latihan kami bisa sampai 4-5 kali seminggu, dibantu oleh Fauzi Toldo, Mahyadi Panggabean, Yusuf dan pemain senior di kancah persepakbolaan nasional,” jelasnya.

Uniknya di tim Lapas Banyuasin juga terdapat 1 warga negara asing yakni Jojo yang berasal dari Sierra Lione. Aksi pemain muda ini pun mengingatkan dengan sosok Zah Rahan yang pernah menjadi idola publik Palembang. “Kita terus membina, nanti jika ada kesempatan maka kami akan mengirimkan pemain muda kita ikut seleksi SFC U21 dan U19,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait