PALEMBANG — Target maksimal dicanangkan skuad Sriwijaya FC saat menantang tuan rumah Bali United, Selasa (7/2) malam di stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali. Di laga perdana turnamen Piala Presiden 2017 grup 4 ini, anak asuh Widodo C Putro ini mentargetkan minimal mampu mencuri poin dari Bali United yang akan didukung oleh ribuan pendukungnya sendiri.
“Semua sudah tahu bahwa Bali United punya kualitas yang sangat baik, mereka kuat dalam penguasaan bola serta di musim ini juga telah melakukan sejumlah perombakan dengan mendatangkan sederet pemain berkualitas. Tentu jika ingin mewujudkan target tersebut para pemain SFC harus bekerja keras dan cerdas nantinya,” ungkapnya saat sesi jumpa pers di Denpasar, Senin (7/2) sore.
Pihaknya juga tidak menganggap adanya pergantian pelatih di kubu Laskar Sameton sebagai sebuah keuntungan bagi pihaknya. “Walau baru kehilangan coach Indra Sjafri, namun mereka sudah punya pakem bermain dan tidak akan merubah secara frontal. Pelatih yang baru rasanya tidak mungkin langsung merombak susunan pemain yang sudah disiapkan sebelumnya. Bermain di turnamen Piala Presiden ini, kami juga ingin memperbaiki rekor bertanding di TSC 2016 lalu, saat itu meski mampu bermain baik namun hasil akhirnya kurang berpihak,” ujarnya.
WCP juga menyebut tidak terbebani dengan status SFC sebagai finalis di turnamen ini. “Saya pikir tidak akan jadi beban, persiapan kami memang hanya 2 minggu dan itu tidak ideal. Tetapi biar masyarakat nanti yang menilai, tetapi selaku pelatih saya pasti ingin hasil yang lebih baik di keiutsertaan SFC yang kedua di turnamen ini,” tambahnya.
Sementara itu, kemenangan juga diincar Insra Sjafri sebagai kado perpindahan yang indah baginya sebelum bertugas di timnas U19. “Pertandingan perdana besok akan menjadi kado terindah saya, Bali United menang dan saya akan melambaikan tangan ke suporter sebagai tanda perpisahan. Saya yakin poin penuh akan menjadi milik kami,” ungkap pelatih asal Padang ini. Sebelum berpisah, dirinya juga mengaku sudah berkomunikasi secara detail mengenai kondisi tim Bali United kepada penerusnya yakni Hans Peter Schaller. “Tadi pagi hampir 1 jam kita diskusi, saya menyerahkan data statistik kesehatan, fisik dan psikotest pemain untuk menjadi acuan untuk Peter. Saya juga mengenalkan semua staf dan pelatih, saya juga berharap kepada Eko Purjiyanto sebagai penyambung lidah saya di tim ini selanjutnya sampai Peter bisa beradaptasi,” tambahnya.
Terkait SFC sendiri, menurut Indra tetap tim yang bagus di turnamen kali ini. “Setiap tim yang kemarin ikut TSC saya lihat banyak pergantian pemain. Namun SFC tetap ditangani coach WCP. Saya pikir meski ada beberapa pemain yang keluar mereka tetap tim yang bagus, tetapi saya akan tetap percaya Bali United bisa mengalahkannya,” ujarnya. (dedi)

Artikel Terkait