Sriwijaya FC mengaku punya modal penting jelang pertandingan babak semifinal turnamen Piala Bhayangkara melawan Arema Cronus, Kamis (31/3) malam di stadion Kanjuruhan Malang. Tidak adanya pemain yang harus absen karena hukuman akumulasi kartu disebut manajemen laskar wong kito sebagai modal tambahan menghadapi Singo Edan nantinya.

Namun sebenarnya usai laga terakhir penyisihan grup A melawan Persib Bandung (26/3) lalu, SFC sempat mengaku kebingungan dengan tertulisnya nama Yu Hyun Koo sebagai salah satu penerima kartu kuning di laga tersebut. “Kami cukup kaget karena di match summary yang diterima ada nama Yu Hyun Koo sebagai penerima KK di menit 67 babak kedua bersama pemain Persib Bandung, Hariono,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Selasa (28/3) sore. Pihaknya lalu melihat kembali tayangan ulang kejadian tersebut melalui televisi dan tidak melihat adanya pemberian kartu kuning oleh wasit Muslimin asal Makassar yang memimpin pertandingan.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara dan menunjukkan bukti rekaman pertandingan, protes SFC akhirnya diterima dan dikonfirmasi ulang kepada perangkat wasit yang bertugas,” jelasnya. Dan setelah mendapat konfirmasi ulang, pihak SFC pun dapat bernafas lega karena wasit Muslimin membenarkan bahwa tidak memberikan KK kepada gelandang bertahan SFC asal Korsel tersebut.

“Ternyata saat itu ada kesalahan dari wasit cadangan yang menulis kejadian tersebut, memang ada gestur kekecewaan dari Yu Hyun Koo usai dilanggar oleh Hariono namun tidak berujung KK,” bebernya. Kini pihalnya mengaku tengah menunggu surat resmi pencabutan match summary hasil laga Persib kontra SFC seperti yang sudah dijanjikan oleh panpel Piala Bhayangkara usai mengkonfirmasi ulang peristiwa tersebut. “Kami kini fokus 100 persen menghadapi Arema, semua pemain siap tempur kecuali Firman Utina yang masih cedera dan Thierry Gauthessi yang absen di turnamen ini,” tambahnya.

Sementara itu, Yu Hyun Koo mengaku gembira dapat bermain di laga melawan Arema Cronus karena memang sangat berambisi kembali membawa SFC ke partai puncak seperti Piala Presiden lalu. “Saya bingung di laporan disebut mendapat KK, padahal saat itu wasit justru berbicara kepada saya untuk sabar usai dilanggar Hariono,” jelasnya singkat.