Singapura: Pasangan ganda putra SKO Ragunan, M Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz berhasil lolos ke partai final Kejuaraan Singapore Youth International Series 2018 pada kategori usia dibawah 17 (U-17). Capaian ini melampaui target yang diberikan kepada tim bulutangkis SKO Ragunan. Dalam laga semi final di Sport Hall Heartbeat Bedok, Singapura, Sabtu (1/12) Siang, Gibran/Gerad mengalahkan pasangan dari Klub Chandra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), Naufal Jaukhan/Eq Prayoga dengan hasil rubber set 22-20, 19-21 dan 21-12.
Permainan cepat dan menekan lawan ditunjukan Gibran/Gerad sejak awal interval di babak pertama, pada margin kedua Gibran/Gerad mendapat perlawanan cukup tangguh dari lawan sehingga terjadi saling mengejar angka, namun pasangan ganda putra unggulan SKO Ragunan ini mampu menguasai permainan dan menutup game pertama dengan skor 22-20.
Dibabak kedua Gibran/Gerad sempat kehilangan pola permainan karena mendapat tekanan bertubi-tubi dari pasangan ganda putra asuhan pemain nasional Chandra Wijaya. Beberapa kesalahan dilakukan kedua pemain asal SKO Ragunan hingga harus menerima kekalahan di babak kedua dengan skor tipis 19-21. Babak penentuan,  Gerad/Gibran berhasil bangkit dan  bermain dengan kobinasi bermain didepan dan penempatan bola di sudut lapangan yang cukup merepotkan lawan.
Pengembalian Naufal/Prayoga yang sering menyangkut di net membuat kedudukan angka Gibran/Gerad terus melaju hingga ditutup dengan kedudukan 21-12 untuk kemenangan Gibran/Gerad.
Dengan kemenangan ini mencatatkan Gibran/Gerad melaju kebabak final yang akan berhadapan dengan pasangan ganda Galuh Dwi Putra/G.C Wintan Wijaya yang juga berasal dari Klub CWIBC di di Sport Hall Heartbeat Bedok, Singapura, Minggu (2/12) Pagi.
Sebelumnya, bermain dilapangan satu,  pasangan ganda putra SKO Ragunan Kategori U-19, M.  Rezky Alfarezi/Azhar Zaim Zaidan cukup puas  sampai dibabak empat besar setelah langkah mereka dikandaskan pasangan China Taipei, Wei Chun Wei/Wu Guan Xun dengan skor akhir 14-21, 13-21.
Lolosnya pasangan Gerad/Gibran ke partai final di kejuaraan bergengsi ini melebihi target yang dibebankan, hal tersebut  ditanggapi positif oleh Head of Delegation SKO Ragunan, Pura Dermawan. “Sebenarnya, targer SKO Ragunan hanya mengikuti kejuaraan untuk meningkatkan poin internasional  individu kesembilan atlet tersebut saja, karena kita sadari tingginya kekuatan peserta yang ikut dalam kejuaraan tersebut,” jelasnya.
Untuk menentukan rangking individual pemain bulutangkis junior diharuskan mengumpulkan poin dengan menigkuti berbagai kejuaraan dibawah kalender yang dibuat Badminton Word Federation (BWF), Semakin tinggi  level kejuaraannya, semakin banyak poin yang diraih atlet itu. “Saya merasa gembira dan cukup puas dengan keberhasilan Gerad dan Gibran berhasil melaju ke babak final, mengingat  pembinaan mereka untuk terjun di kejuaraan Internasional di bawah kalender BWF tergolong sangat kurang,” kata Pura.
Pura yang juga Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kementerian Pemuda dan Olahraga, bahwa beberapa atlet SKO Ragunan yang turun di Singapore Youth International Series 2018 ini memiliki potensi yang sangat tinggi untuk terus dikembangkan.
Dicontohkan, tunggal putri usia dibawah 15 tahun (U-15), Az-Azahra Putri Diana dan pasangan ganda putra U-17, , M.  Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz jika terus dilatih melalui berbagai kejuaraan internasional  dan dipantau perkembangannya akan berpotensi atlet elit bulutangkis nasional dikemudian hari.
Kendati demikian diakui Pura, bahwa ada beberapa hal yang perlu dievaluasi  dari hasil di kejuaraan ini, namun dirinya yakin bahwa dengan mengikuti atletnya di berbagai kejuaraan internasional akan mampu menghasilkan atlet bulutangkis yang hebat.“Ini adalah investasi bagi bulutangkis Indonesia kedepan, karena jika serius dilatih, mereka akan muncul empat atau lima tahun mendatang sebagi atlet bulutangkis yang potensial,” tambahnya.
Pura Dermawan merasa keberhasilan ini juga milik berbagai pihak yang terlibat, seperti Deputi Bidang Prestasi Olahraga, Kemenpora yang memfasilitasi atlet SKO Ragunan turun di kejuaraan yang dilangsungkan sejak tanggal 26 November 2018 lalu.“Kami memang berharap, event-event seperti ini harus sering diikuti atlet SKO Ragunan, untuk itu perlu kerja keras dari berbagai pihak untuk mewujudkannya,” kata Pura. (Red/ril)

Artikel Terkait