PALEMBANG — Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung (Sumsel Babel) tegaskan Wajib Pajak yang menunggak pajak akan dilakukan penyitaan aset.
“Utang pajak tidak dilunasi, aset wajib pajak disita. DJP secara tegas melaksanakan penegakan hukum terhadap Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakannya,” kata Kepala Bidang  Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Kanwil DJP Sumsel Babel Ibrahim di Palembang, Rabu (26/04/2017).
Kegiatan tindakan penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan. Sesuai dengan Undang-undang nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa  Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur, memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan dan menjual barang hasil sitaan. Sedangkan penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan pelunasan utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.
Kegiatan penagihan dalam bentuk “sita serentak” ini menyasar kepada wajib pajak baik orang pribadi maupun berbentuk badan yang terdaftar di 13 Kantor Pelayanan Pajak (KPP)  di wilayah Kanwil DJP Sumsel Babel. Jumlah tunggakan pajak sebesar Rp. 1,63 Milyar dengan rincian Rp. 1,46 Milyar untuk wilayah Sumatera Selatan dan Rp.173,38 Juta untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Pelaksanaan “sita serentak” ini telah dikoordinasikan dengan pihak keamanan setempat dan jajaran perangkat daerah sebagai saksi dalam pelaksanaan tersebut.
Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung, M. Ismiransyah M. Zain mengungkapkan, tindakan penagihan dalam bentuk “sita serentak” ini akan terus dilakukan, sebagai bentuk penegakan hukum pajak agar masyarakat Wajib Pajak dapat lebih patuh dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya.
“Pasca Amnesti Pajak ini selesai, Kanwil DJP Sumsel Babel berkomitmen untuk meningkatkan kepatuhan serta peningkatan upaya penegakan hukum,” tegas Ismiransyah.
Upaya penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan akan menyadarkan Wajib Pajak lainnya terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap penerimaan pajak. (rill)

Artikel Terkait