PALEMBANG — Adanya kebijakan berbeda terkait pergantian pemain di turnamen Piala Presiden 2017 benar-benar dimanfaatkan oleh Sriwijaya FC untuk melihat potensi seluruh pemainnya. Di turnamen resmi pra musim 2017 ini, setiap klub memang diperbolehkan untuk melakukan 3 kali pergantian dengan maksimal setiap pergantian sebanyak 2 pemain.

Di Iaga perdana saat menantang tuan rumah Bali United, Selasa (7/2) lalu, SFC melakukan 3 kali pergantian dengan jumlah pemain yang diganti sebanyak 5 pemain. M Nur Iskandar dan Marco Merudje masuk di awal babak kedua, disusul oleh Bio Paulin serta Airlangga Sucipto di menit 65 serta Hapit Ibrahim di menit 80.

Pelatih laskar wong kito, Widodo C Putro menyebut pihaknya memang ingin melihat kemampuan seluruh punggawa SFC di turnamen ini. Karena alasan tersebut, SFC di turnamen ini membawa seluruh pemain ke Denpasar Bali. “Di Palembang, kami memang melakukan uji coba namun kualitas lawan jauh dibawah SFC, karena itu turnamen Piala Presiden ini menjadi ajang yang pas untuk melihat kesiapan mereka menghadapi kompetisi Liga 1 mendatang,” ujar eks asisten pelatih timnas Indonesia ini saat dihubungi Jumat (10/2) sore.

Menurutnya, meski akan melakukan rotasi, pihaknya tetap akan melihat kondisi di lapangan terlebih dulu. “Seperti saat melawan Bali United kemarin, saya melihat pergantian pemain yang dilakukan cukup efektif dan hasilnya positif. Tentu idealnya di seperti pertandingan kami akan lakukan rotasi, tetapi harus disesuaikan dengan kepentingan strategi yang akan dimainkan,” jelasnya.

Pemilihan penyusunan pemain di turnamen Piala Presiden dan Liga 1 diakuinya akan menjadi sangat menarik mengingat ada regulasi yang mewajibkan setiap klub minimal memasukkan 5 pemain U22 di setiap laga yang dimainkan. “Saat ini kami punya 8 pemain U22, 2 diantaranya penjaga gawang dan 2 lagi tengah cedera. Kami masih akan memantau lagi perkembangannya, namun rasanya kami masih membutuhkan pemain tambahan yang sesuai dengan regulasi ini,” tambahnya. (dedi)

Artikel Terkait