PALEMBANG — Sriwijaya FC sukses mengakhiri paceklik kemenangan dengan mengalahkan Bali United dengan skor tipis 2-1, Minggu (11/12) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Dengan hasil ini laskar wong kito sukses memperbaiki posisi di klasemen sementara dan tambahan 3 poin mengantarkan laskar wong kito naik ke peringkat 7 dengan poin 50 dari 32 pertandingan. 

Pelatih SFC, Widodo C Putro menyebut anak asuhnya bermain dalam tempo yang tinggi sejak menit awal. “Memang tidak mudah menekan terus-terusan selama 90 menit. Bagi saya tidak ada masalah dengan fisik pemain SFC, namun kita kurang pintar mengatur tempo di lapangan tadi,” ungkapnya usai pertandingan.

Menghadapi lawan yang didominasi oleh pemain muda, dirinya pun mengaku harus merubah susunan pemain di babak kedua. “Saya memasukkan Mariando untuk mengimbangi lini tengah karena terlihat mereka lebih unggul disana. Soal pergantian ini pun tanggung jawab saya dan resiko apapun saya ambil agar tim ini bermain baik,” tegasnya.

Di lini tengah, WCP sendiri menurunkan duet Yu Hyun Koo dan Manda Cingi yang kembali dipercaya bermain sejak menit awal. “Saya pikir siapapun pemain yang dipilih harus siap, saya bermain dengan siapapun juga sama dan tidak ada beda. Bagi saya kemenangan ini jauh lebih penting karena SFC adalah tim besar dan poin penuh di laga ini serta 2 laga sisa wajib kami amankan untuk menaikkan peringkat di klasemen,” ujar Yu Hyun Koo mengomentari duetnya bersama Manda yang merupakan jebolan tim PON Sumsel ini.

Sementara itu, pelatih Bali United Indra Sjafri mengakui di awal babak pertama timnya sempat kewalahan menahan gempuran SFC dari segala lini. “Hampir 30 menit SFC menyerang secara sporadis dan membuat pemain kami sulit keluar dari tekanan. Namun perlahan mereka mampu bangkit dan bisa mengimbangi,” ujar pelatih asal Padang ini.

Eks arsitek timnas U19 ini juga menyebut bahwa dirinya sangat kecewa dengan 2 gol yang diderita anak asuhnya di laga ini. “Terutama gol kedua, karena mereka membiarkan pemain lawan bebas menyelesaikan peluang tanpa kawalan. Tapi saya tetap mengapresiasi walau kalah karena kebobolan 2 kali dari set piece juga sesuatu yang harus kami perbaiki kedepannya,” tambahnya. (dedi)

RelatedPost