PALEMBANG — Karena mepetnya waktu dengan perayaan Idul Fitri, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 Indonesia 2017 akhirnya mengumumkan jadwal baru bagi 18 klub peserta kompetisi tertinggi di tanah air ini. Laga pekan 12 laskar wong kito yang sebelumnya akan digelar 1 Juli 2017 akhirnya turut mengalami perubahan.

Sriwijaya FC yang semula akan menjamu Perseru Serui di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang pada 1 Juli kini akan berubah mundur 2 hari sesudahnya. “Kita memang sebelumnya diberikan opsi laga melawan Perseru akan dimainkan 20 Juni, namun berdasarkan surat resmi yang diterima kemarin maka laga ini dipindahkan ke tanggal 3 Juli mendatang,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Jumat (9/6) sore.

Menurutnya, perubahan ini dikarenakan pada tanggal 1 Juli merupakan puncak arus balik lebaran sehingga dikhawatirkan banyak tim di Liga 1 Indonesia akan mengalami kesulitan dalam hal transportasi. “Mungkin kita tidak terlalu menjadi masalah karena statusnya sebagai tuan rumah, namun tetap saja di tanggal tersebut masih cukup repot karena berdekatan dengan lebaran,” tambahnya.

Manajemen SFC sendiri musim ini juga sangat berhati-hati dalam menyusun program libur Idul Fitri. “Selain faktor diatas, tentu kita berharap liburan nanti tidak mempengaruhi performa tim secara keseluruhan. Musim lalu usai Lebaran ada pengaruh ke lapangan dan hasilnya SFC diluar dugaan kalah telak dari Bhayangkara FC di kandang,” bebernya.

Sebelumnya, manajemen SFC juga sempat menunggu cukup lama terkait kepastian laga melawan Perseru ini. Apalagi tim asal Papua ini juga memiliki 1 jadwal laga sisa yang belum dimainkan yakni melawan Persija Jakarta. “Kepastian ini memang diperlukan karena semua orang tahu bahwa Lebaran di Indonesia cukup berbeda dan punya banyak pengaruh di sisi lain,” pungkasnya.

Beberapa pemain SFC sendiri menyambut baik perubahan jadwal ini karena bisa mempunyai waktu yang lebih lama untuk menikmati lebaran, terutama yang berasal dari pelosok timur Indonesia. Menurutnya, kampung halamannya sendiri bukanlah di Ternate dan masih harus menempuh perjalanan lebih lama lagi sekitar 8 jam tambahan.“Saya pulang ke Pulau Bacan, dari Ternate saya harus naik kapal lagi sekitar 8 jam. Permasalahannya jadwal kapal tidak setiap saat ada, jadi saya berdoa saja semoga nanti masih bisa dapat tiketnya. Perubahan ini bisa sedikit membuat lega, tahun lalu saya sampai di kampung halaman berbarengan dengan shalat Idul Fitri,” bebernya.

Tidak hanya pemain lokal, marquee player SFC Tijani Belaid juga mengaku akan pulang guna merayakan Idul Fitri bersama keluarga besarnya di Paris. “Saya akan ke Paris sebentar, lalu dalam suasana Idul Fitri juga akan pulang ke Tunisia untuk mempersiapkan pernikahan saya pada Agustus mendatang, namun saya akan tiba kembali di Indonesia saat pekan 12 nanti,” jelasnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait