PALEMBANG — Direktur keamanan informasi, Kementrian Komunikasi dan Informatika, Aidil Chendramata menjelaskan Tanda Tangan Digital merupakan tanda tangan dalam bentuk digital, yang mana dalan tanda tangan digital itu ada data penguna, siapa pengguna dan siapa nama yang keluar di rangkum dalam tanda tangan digital.

“Mengamankan semua isi file, kalau sudah di tanda tangan file tidak bisa di rubah bahkan satu titikpun tidak dapat di rubah,” jelas Disela seminar Pemanfataan Teknologi Informasi dan Tanda Tangan Digital pada Sistem Pemerintahandi hotel Horison Ultima Palembang Selasa (22/11).

Menurut Aidil Chendramata, Software yang ada bisa di gunakan, Nanti tinggal mengajukan minta tanda tangan kepada kominfo. Masalah keamaan file yang sudah di tanda tangan digital yang di takutkan akan mudah di dapat oleh hacker, karena dokumen yang telah di tandatangan oleh penguna dan pengeluar surat digital, apakah nantinya tingkat keamaanan file bisa terjamin.

“Justru itu, kalu setiap file  yang sudah ditangani di ambil hacker, mau diapain karena file yang sudah di tanda tangan digital tidak dapat diubah,” kata dia.

Untuk keaamanan, sambung Aidil, sebenarnya sama dengan seperti kartu kredit, jadi PINnya harus dijaga agar keamanan tanda tangan digital aman.

Sementara itu, Staf Ahli bidang Teknologi, Kementrian Kominfo, Herry Abdul Aziz menambahkan tanda tangan digital di perlukan untuk penanda diri sudah ada sejak zaman kerajaan dengan banyak menggunakan sarana penanda diri, sekarang penanda diri mengunakan kertas. Di zaman era digital dan untuk mengurangi pengunaan kertas, kominfo mensosialisasi penggunaan Tanda tangan digital sebagai legalisasi surat secara digital.

” Apakah data yang telah diterima asli apa tidak kemudian untuk mengurangi pengunaan kertas, hal ini sangat mendesak untuk mengurangi kertas,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost