PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tegaskan tetap berkomitmen dalam meningkatkan kontribusi untuk pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Pemerintah sebesar 29% sampai dengan tahun 2020.

Langkah ini dilakukan dengan mengkaji ulang dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dengan melibatkan seluruh stakeholder yang berlangsung di Palembang, Rabu (22/3/2017).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatera Selatan, Edward Chandra, mengungkapkan, kaji ulang dan evaluasi RAD perlu dilakukan untuk menyesuaikan target pengurangan emisi dengan perkembangan signifikan disektor kehutanan, pertanian, transportasi, lahan gambut, industri dan pengeloaan limbah.

“Perkembangan disektor tersebut cukup signifikan, artinya ini peluang untuk meningkatkan kontribusi penurunan emisi GRK. RAD ini sebagai awal, selanjutnya kita akan susun tim yang melibatkan seluruh stakeholder seperti Bappenas dan World Agroforestry Center (ICRAF) dengan program Locally Mitigation Actions Program in Indonesia (LAMA-I),” ujar Edward.

Edward mengatakan, target riil pengurangan emisi Sumatera Selatan baru dapat ditentukan setelah hasil kaji ulang RAD. Namun, berkaca dari keberhasilan dalam penanggulangan masalah kebakaran hutan dan perkembangan transportasi, ia memastikan target kontribusi pengurangan emisi GRK Sumsel akan naik secara signifikan. (juniara)

Artikel Terkait