PALEMBANG — Program kuliah gratis (PKG) yang merupakan gebrakan dan kebijakan unggulan dalam bidang pendidikan dicanangkan Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin terus berjalan.

Untuk sementara ini, realisasi program kuliah gratis baru dilaksanakan di tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Sumsel, Ketiganya adalah Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah dan Politeknik Unsri juga empat perguruan tinggi lainnya di luar Sumsel.

Pemilihan pelaksana program kuliah gratis ini dilakukan sangat efektif, terutama jurusan yang ada di perguruan tinggi tersebut harus memenuhi kriteria kebutuhan SDM di Sumsel.

Namun, tahun ini calon penerima kuliah gratis dari pemprov Sumsel harus berjuang keras, karena ada pengurangan kuotan kuliah gratis, hal ini ini dikarenakan ada pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.

Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki usai menghadiri pembukaan forum wali mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik (fisip) UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (01/11), mengatakan, sebenarnya keinginan pemprov Sumsel setiap tahunnya ada penambahan kuota untuk kuliah gratis tetapi untuk tahun angkatan selanjutnya kemungkinan kuotanya akan dikurangi.

“Keinginan kita setiap tahun ditambah, tetapi kita melihat kondisi anggaran kita dulu,” kata Ishak.

Senada dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, mengatakan untuk program kuliah gratis angkatan berikutnya memang akan dilakukan pengurangan.

“Dikurangi sesuai dengan alokasi dana yang ada, karena memang anggaran dari pusat dikurangi, bukan hanya dinas pendidikan saja tetapi SKPD yang lain juga, bahkan seluruh Indonesia anggarannya dikurangi,” tutup widodo. (juniara)

RelatedPost