Laskarwongkito.com — KPK menjemput paksa Setya Novanto karena beberapa kali mangkir dari panggilan KPK. Malam tadi, kediaman Novanto riuh.

Selain penyidik KPK, para personel Brimob juga memenuhi rumah Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan itu. Sejumlah tokoh Golkar juga berdatangan ke kediaman Novanto, namun mereka dilarang masuk oleh penyidik. Berikut kronologi keriuhan tersebut bermula:

(sumber foto: news.rakyatku.com)

Rabu (15/11)

21.00 WIB

Personel Brimob sudah berada di kediaman Novanto baik di dalam maupun di luar pagar rumah. Mereka juga melakukan sterilisasi di sekitar kediaman Novanto, yakni Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

Para penyidik KPK juga sudah berada di dalam kediaman Novanto. Sejumlah aktivitas penyidik samar-samar terlihat dari kaca jendela yang tak tertutup gorden.

Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi juga sudah berada di dalam, mendampingi para penyidik.

22.30 WIB

Korbid Kepartaian DPP Golkar, Kahar Muzakir, tiba di kediaman Novanto. Saat itu belum dapat dipastikan apakah Novanto berada di dalam rumah tersebut atau tidak.

23.00 WIB

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut berkas pemeriksaan Novanto yang dipegang penyidik sudah mencapai 70 persen. Hal itu menjadi alasan yang kuat bagi KPK untuk menahan Novanto. Apalagi Ketua DPR itu juga sudah berstatus tersangka.

KPK meminta Novanto kooperatif dan menyerahkan diri untuk mempermudah pemeriksaan kasus korupsi e-KTP.

23.19 WIB

2 Penyidik KPK datang ke kediaman Novanto mengenakan pakaian biru dan membawa sebuah koper berwarna biru. Sementara di dalam rumah tersebut sudah ada 9 penyidik. Sehingga total ada 11 penyidik di rumah tersebut.

 

Kamis (16/11)

00.00 WIB

Para elitE Golkar yang menyambangi kediaman Novanto semakin banyak. Di antaranya Wakil Ketua Dewan Pakar Mahyudin, anggota DPR Aziz Syamsuddin serta Sekjen Golkar Idrus Marham.

Mahyudin bisa masuk ke kediaman Novanto karena sudah tiba sebelum penyidik datang. Sementara Idrus dan Azis tiba di rumah Novanto setelah penyidik datang. Alhasil, keduanya gagal masuk. Idrus akhirnya hanya bisa memantau kondisi rumah Novanto dari Cafe Patio, cafe yang terletak persis di seberang rumah Novanto.

00.20 WIB

Mahyudin menyebut Novanto tidak berada di kediamannya. Hanya ada istri Novanto, Deisti Tagor, dan beberapa pembantu rumah tangga perempuan. Menurutnya Deisti tampak tenang dan tegar.

Mahyudin mengaku tak tahu di mana keberadaan Novanto saat itu.

00.50 WIB

KPK menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Novanto karena dia tidak kooperatif. Jubir KPK Febri Diansyah menyebut, KPK telah memanggil Novanto sebanyak 11 kali terkait kasus korupsi e-KTP. Namun Novanto 8 kali mangkir dengan berbagai alasan.

KPK telah berkoordinasi dengan Polri untuk menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Setya Novanto. Jika dalam 24 jam Novanto tidak ditemukan, KPK akan meminta Polri untuk menerbitkan surat DPO tersebut.

02.50 WIB

10 Penyidik yang mengenakan masker dan rompi cokelat KPK tersebut keluar dari kediaman Novanto. Mereka menenteng 2 boks berwarna hitam, 1 perangkat elektronik, 3 koper dan tiga tas jinjing.

Diduga perangkat elektronik yang dibawa penyidik adalah perangkat CCTV, yang nantinya akan diperiksa untuk mengetahui aktivitas Novanto beberapa hari ini.

04.20 WIB

Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan, ia mendapat informasi dari ajudan Novanto bahwa kliennya itu sempat pulang ke rumah namun kemudian pergi lagi setelah mendapat telepon dari seseorang. Dia dijemput oleh seseorang tersebut.

Fredrich mengaku tiba di kediaman Novanto sejak pukul 18.30 WIB, tetapi saat itu Novanto sudah tidak berada di rumah. Meski keberadaan Novanto masih menjadi tanda tanya besar, Fredrich memastikan bahwa kliennya tersebut tak akan melarikan diri. Sebab menurutnya, Novanto sangat patuh dengan perintah dan aturan.

Novanto terakhir terlihat berkicau di akun twitternya pada Rabu (15/11) pukul 15.30 WIB. Dia berpose dengan seorang laki-laki di sela-sela kunjungannya ke Kupang, NTT.

07.00 WIB

Pagi ini suasana kediaman Novanto sepi. Tak ada penjagaan ketat Brimob seperti malam tadi. Sementara keberadaan Novanto masih misteri.

Banyak dorongan yang muncul dari berbagai pihak agar Novanto kooperatif dan menyerahkan diri kepada KPK. Namun hingga saat ini Novanto yang ‘licin’ itu masih belum diketahui keberadaannya. (net)

Artikel Terkait