PALEMBANG — Setelah sempat disimpan saat laga melawan Persegres Gresik (24/7) kemarin, Sriwijaya FC berencana akan kembali menurunkan Marco Meraudje saat laga penutup putaran pertama kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 kontra Persipura Jayapura akhir pekan ini di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Pelatih laskar wong kito Hartono Ruslan sendiri menyatakan keputusannya saat tidak membawa Marco ke Lamongan kemarin murni karena pertimbangan rotasi. “Saya tidak mau terpengaruh dengan hal diluar sepakbola, yang jelas Marco tetap mengikuti latihan seperti biasa dan bila kondisiny memang siap maka bisa saja nanti kami turunkan melawan Persipura,” ujarnya saat dihubungi Jumat (28/7) sore.

Menurutnya, kemampuan Marco yang kuat saat bertahan sangat diperlukan untuk menghadapi tim Mutiara Hitam yang dikenal punya fisik yang sangat prima. “Tapi bukan berarti Gilang Ginarsa tidak bagus, kadang-kadang kita juga mempertimbangkan lawan yang akan dihadapi nantinya juga,” jelasnya.

Sementara itu, Marco sendiri saat dikonfirmasi mengaku siap bila diminta bermain melawan tim asal kampung halamannya tersebut. “Kondisi saya sangat baik dan tidak ada masalah apapun. Sekarang fokus saya hanya ke pertandingan dan bila diberikan kepercayaan nanti maka akan siap memberikan yang terbaik untuk SFC,” ungkapnya. Terkait permasalahan yang sempat menderanya, pemilik nomor punggung 22 ini juga mengatakan telah meminta maaf kepada seluruh jajaran manajemen, pelatih dan rekan setimnya. “Saya siap membayar kepercayaan yang masih diberikan kepada saya oleh manajemen dengan penampilan terbaik nantinya,” tegasnya.

Diakuinya, dirinya juga tidak nervous meski harus berhadapan para seniornya asal Papua. “Kalau di lapangan semuanya adalah lawan, tetapi diluar itu mereka adalah senior serta panutan saya,” tambahnya.

Marco sendiri memang sempat berseragam Persipura, namun belum sempat melakukan debut di level senior. Usai PON 2016 Jabar lalu, Marco yang menjabat sebagai kapten tim PON Papua akhirnya memutuskan merantau dan sempat mencoba seleksi di Gresik. Namun nasib menaunginya karena walau sempat sekali berlatih bersama Persegres, Marco akhirnya diboyong oleh Widodo C Putro yang saat itu masih menangani SFC ke Palembang. (dedi)

Artikel Terkait