Belum adanya kepastian mengenai kapan bergulirnya kembali kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015 mendapat perhatian dari manajemen Sriwijaya FC. Selain dampak kerugian finasial, persiapan tim yang sudah dimulai sejak awal Desember tahun lalu pun menjadi terganggu.

Tim pelatih laskar wong kito sendiri menyatakan mengalami kesulitan untuk membuat program dengan kondisi ini. “Kita bingung kapan program latihan harus dinaikkan atau diturunkan jika tidak ada kejelasan kapan akan bertanding, belum lagi masalah psikologis pemain itu sendiri,” ungkap Beny Dollo, arsitek SFC saat ditemui di sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (28/4) sore.

Untuk itu, pihaknya bersama manajemen SFC merencanakan akan segera memberikan libur bagi anak asuhnya dalam waktu dekat. “Hari Rabu (29/4) kita akan berkumpul dengan manajemen untuk membicarakan hal ini, salah satu yang dibahas adalah soal libur pemain,” jelas eks pelatih timnas tersebut.

Apalagi pasca pertemuan Menpora dengan PSSI, Senin (27/4) kemarin juga belum menunjukkan titik terang mengenai bergulirnya kembali QNB League 2015. “Soal sampai kapan liburnya kita belum tahu, mungkin akan diberikan kepastiannya setelah ada keputusan resmi dari PSSI,” tambahnya.

Dalam sesi latihan Selasa (28/4) sore, beberapa pemain SFC sudah berancang-ancang untuk kembali ke kampung halamannya jika benar diberikan libur oleh manajemen. “Jika ada penundaan hingga 6-7 minggu, tentu akan lebih baik jika pemain diberikan libur terlebih dulu. Karena pemain bisa gila jika hanya berlatih tanpa ada kepastian bertanding,” ujar Goran Ljubojevic, legiun asing SFC asal Kroasia.

Goran sendiri mengaku akan memanfaatkan liburan untuk pulang ke Osijek Kroasia untuk menghadiri pernikahan saudaranya dan menyiapkan proses pembabtisan putra semata wayangnya. “Sebenarnya jika normal, saya sudah merencanakan akan pulang pada 12 Mei usai 3 laga kandang SFC sesuai jadwal sebelumnya. Disana saya akan tetap menjaga kondisi bersama klub lokal, penundaan ini sangat merugikan dan saya bingung mengapa terus terjadi,” keluhnya.

Artikel Terkait