Meskipun kompetisi belum pasti kapan akan digulirkan kembali, namun pelatih Sriwijaya FC berharap pelaksanaan nantinya tetap menggunakan format 1 wilayah. Sebelumnya, beberapa pihak melemparkan wacana bahwa jika baru bisa dimulai pada bulan Juni mendatang, maka kompetisi akan kembali memakai format 2 wilayah seperti musim lalu.

Pilihan ini sendiri diapungkan untuk mengejar agar kompetisi sudah bisa diselesaikan di bulan Desember dan juara liga bisa ikut serta di ajang kompetisi tingkat Asia. Selain itu, dengan banyaknya penundaan yang sudah terjadi, biaya yang dikeluarkan klub juga terus-terusan membengkak

“Saya pikir itu sebuah kemunduran jika kembali memakai 2 wilayah, karena kualitas kompetisi pasti akan berkurang. Memang di satu sisi format tersebut akan menghemat dari sisi waktu pelaksanaan, tapi saya berharap liga nanti tetap digelar sesuai apa yang sudah disepakati sebelumnya,” ungkap pelatih laskar wong kito, Beny Dollo saat ditemui di sela-sela latihan rutin SFC, Selasa (28/4) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Menurutnya, saat ini seluruh pihak yang berkompeten harus segera duduk bersama mencari jalan keluar terkait kegaduhan sepakbola nasional. “Saya melihat sebenarnya sudah banyak kemajuan, seperti misalnya Menpora mau menemui perwakilan klub, kemudian Arema dan Persebaya pun sudah diizinkan ikut kembali walau dengan syarat. Tinggal sedikit lagi untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Namun dirinya menyayangkan jika nantinya Menpora masih berupaya menggelar kompetisi dengan Tim Transisi sebagai supervisi-nya. “Seharusnya tetap PT Liga Indonesia sebagai operator dan PSSI, karena memang itu sesuai aturan yang ada. Jika tim transisi ikut-ikutan maka bisa saja dianggap intervensi pemerintah sehingga muncul sanksi dari FIFA,” harapnya.

Jika sanksi FIFA turun, maka menurutnya akan menjadi catatan buruk bagi sepakbola nasional. “Kompetisi tidak diakui di tingkat internasional, kemudian timnas juga tidak bisa bertanding di ajang-ajang seperti SEA Games, belum nanti Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games di 2018. Namun saya masih berharap dan percaya masih ada jalan keluar terbaik sehingga kekhawatiran serta sanksi itu tidak akan terjadi,” pungkasnya.

PT Liga Indonesia selaku operator QNB League 2015 sendiri pada 26 April lalu sudah mengirimkan surat secara resmi kepada seluruh klub dan memberitahukan mengenai penundaan kompetisi. Surat yang ditandantangani oleh CEO PT Liga Djoko Driyono itu juga tidak menyebut kapan liga akan kembali berjalan dan meminta kepada seluruh klub untuk tetap berkoordinasi.

Artikel Terkait