Belum adanya kepastian mengenai bergulirnya kembali kompetisi Indonesian Super League (ISL) menjadi salah satu pertimbangan manajemen Sriwijaya FC dalam hal penyusunan kontrak kepada pemain. Opsi kontrak singkat menjadi salah satu alternatif yang ditawarkan saat akan mengarungi beberapa turnamen yang akan digelar di tahun 2016 mendatang.
Kontrak serupa sendiri memang sudah diterapkan di 2 turnamen yang diikuti SFC di penghujung 2015 ini yakni PIala Jenderal Sudirman dan Piala Presiden lalu. Bila nantinya sudah ada kepastian mengenai pelaksanaan ISL, maka manajemen SFC baru akan melakukan revisi terhadap kontrak tersebut.
Meskipun demikian, laskar wong kito sendiri menerapkan kebijakan yang cukup menguntungkan para pemain, terutama dari sisi besarnya gaji yang akan diterima setiap bulannya. Bila di Piala Presiden lalu Asri Akbar dkk mendapat gaji sebesar 30 persen, maka ada kenaikan sebesar 15 persen di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu.
Jumlah itu sendiri masih lebih besar dari ketentuan dari PSSI yang mensyaratkan setiap klub membayar 25 persen kepada pemain selama kompetisi belum bergulir kembali.
Manajer SFC, Nasrun Umar mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambilnya dengan beberapa pertimbangan.
“Tentu kita menginginkan yang terbaik, baik dari sisi pemain maupun manajemen itu sendiri. Melihat kondisi saat ini, kontrak per turnamen tetap menjadi opsi. Namun bila ada kejelasan mengenai bergulirnya kompetisi, tentu semuanya akan kembali normal 100 persen seperti biasa,” jelas Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.
Dengan asumsi turnamen terdekat yang akan diikuti oleh SFC adalah di bulan Maret mendatang yakni Marah Halim Cup, maka dapat dipastikan para pemain setidaknya akan kembali mendapat kontrak selama 3 bulan. Pasalnya, manajer SFC sudah menegaskan bahwa pihaknya akan memulai latihan kembali pada Januari awal nanti.
Sementara itu, salah seorang pemain SFC Asri Akbar menganggap kebijakan kontrak tersebut cukup membantu di tengah suramnya masa depan sepakbola Indonesia saat ini. “Idealnya para pemain pasti ingin kontrak setahun/semusim seperti jika kompetisi bergulir. Namun kami memahami kesulitan klub saat ini bila hanya mengikuti turnamen, semoga saja ada titik terang mengenai kisruh ini, apalagi FIFA sudah membentuk tim Ad HOC untuk menyelesaikan polemik yang mengakibatkan jatuhnya sanksi tersebut,” ujar Asri.