PALEMBANG — Persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap sudah rutin menghantui Sumatera Selatan. Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Kunto Arief Wibowo mengatakan Karhutla bukanlah bencana alam melainkan hasil perbuatan manusia.

“Pembahasan masalah kebakaran hutan sudah banyak tetapi belum ada yang menyoroti atau membahas dari sisi iklim kebiasaan masyarakat, iklim aparat keamanan, iklim perusahaan perkebunan. Saya sudah mendatangi lapangan hasilnya belum ada kebakaran yang disebabkan alam melainkan perbuatan manusia,” terangnya dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel, Jumat (15/7).

Menurutnya, dari hasil pantauan di lapangan perbuatan membakar hutan dan lahan sudah tidak bisa lagi didiamkan. “Saya akan buat tim udara dan darat dan juga akan bentuk tim pemburu pembakar hutan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Sambung Kunto Arief Wibowo untuk menanggulangi karhutla secara optimal harus diadakan koordinasi yang baik sehingga menghasilkan solusi tepat dan maksimal.

“Ada beberapa kendala yang ada dalam penanggulangan kebakaran hutan yaitu lokasi sulit dijangkau, luasnya lahan gambut yang terbakar, sulitnya sumber air di lapangan, cuaca panas dan tiupan angin kencang disertai tidak adanya awan hujan, kebiasaan membuka lahan dengan cara membaka dan adanya pembalakan liar, serta kurangnya sikap gotong royong dan budaya masyarakat untuk mencari uang dari membakar,” paparnya.

Kunto mengatakan, pihaknya akan selalu berpikir untuk mencari solusi, jika yang tadi biaya operasionalnya mahal makan akan diusahakan menjadi murah, serta yang lambat menjadi cepat. (juniara).

RelatedPost