PALEMBANG – Kodam II Sriwijaya menggelar sidang percepatan terhadap tujuh anggota TNI di lingkungan Kodam II Sriwijaya. Sidang yang dilakukan secara terbuka tersebut digelar di Gedung Sudirman Makodam II/Sriwijaya serta disaksikan oleh ratusan prajurit TNI lainnya.

Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Kolonel CHK Agus Surono didampingi Hakim Anggota Letkol CHK Syaiful Ma’arif dan Letkol CHK Agus Husin membacakan hukuman tambahan berupa pemecatan dari kesatuan TNI terhadap tujuh prajurit Kodam II/Sriwijaya yang terlibat berbagai kasus.

Wakil Kepala Penerangan (Wakapen) Kodam II Sriwijaya Letkol Inf Paiman mengatakan, sidang tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yakni 19,20 dan 24 Juli 2017.

“Pada sidang pertama ini tiga dari tujuh terdakwa yang mengikuti proses sidang Percepatan yakni Serda Rahmad Waluyo bertugas di Balik Tuud Kodim 0422/LB dituntut pasal 86 ke -1 KUHPM, Sertu Heri Syaputra Danru 2 / II /c/Yonif 143/TWEJ dikenakan Pasal 87 ayat (1)ke 3 Juncto ayat (2) KHUPM dan Pratu Chandra Kirana Tabak SLT (1) Huruf a UURI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika yonif 141/AJYP,” ucapnya saat diwawancarai disela persidangan di Makodam II/Sriwijaya, Rabu (19/7).

Untuk Kamis (20/7), lanjutnya, sidang dilanjutkan dengan menghadirkan terdakwa Koptu Muslichin Babinsa Ramil 422- 01/Pesisir Utara/Kodim 0422/LB dikenakan Pasal 87 ayat 1 ke 2 Juncto ayat (2) KHUPM dan Serda Syukur Babinsa Ramil 417-05/Danau Kerinci/Kodim 0417 Kerinci.

“Dan untuk sidang terakhir yang akan digelar Senin (24/7) mendatang, tambahnya, akan menghadirkan terdakwa Serda Erlangga Rykko BA Rindam II Sriwijaya Pasal 127 ayat (1) Huruf UU no 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Serka Sofyan BA Kodim 0406/Musi Rawas Pasal 127 ayat (1)Huruf a UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tambahnya.

Dikatakan juga, pada sidang awal yang digelar hari ini, Kopda Erwinsyah S Simanjuntak yang merupakan anggota Kiban Yonif 126 Kala Cakti Kodam I Bukit Barisan terkait narkoba juga ikut disidang. “Ini merupakan sidang penundaan dari Jambi, jadinya diikutkan proses sidang di Palembang,” terangnya.

Paiman menegaskan Sidang Percepatan terhadap tujuh anggota prajurit di Gedung Sudirman Makodam II/ Sriwijaya Rabu (19/7/2017) secara terbuka agar prajurit lain tidak meniru kesalahan serupa.

“Kita agendakan satu minggu ini selesai. Sidang Percepatan anggota ini dilaksanakan secara terbuka untuk umum agar prajurit tidak melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Sesuai atensi Panglima dan Kasad kalau terlibat narkoba terbukti akan dilakukan pemecatan. “Untuk yang terlibat narkoba ini merupakan kasus tahun 2017 ini, sedangkan yang kasus Disersi merupakan kasus tahun 2016,” tuturnya.

Paiman juga menambahkan, untuk kasus narkoba pihaknya mempercepat persidangan, ini dilakukan agar ada kepastian statua hukumnya.

“Kita tegaskan prajurit jangan mendekati barang haram. Sidang ini dipercepat agar cepat kepastian hukumnya. Hari ini ada dua kasus disersi yang disidangkan dan satu kasus yang terlibat narkotika,” tukasnya. (Juniara)

Related Post