PALEMBANG — Asa Sriwijaya FC untuk merekrut Rahmad Darmawan untuk musim depan sepertinya tidak akan menemui hambatan. Hal ini dikarenakan klub asal pelatih asal Lampung ini yakni T-Team resmi dibubarkan dan diganti menjadi Terengganu II. Kabar tersebut diumumkan langsung melalui akun resmi media sosial klub. Status klub asal Malaysia itu pun menjadi fedeer klub alias tim cadangan dari Terengganu.

Hal ini disebut menjadi pertimbangan RD untuk hengkang dari T-Team, klub yang dilatihnya selama 2 musim terakhir. “Keputusan ini sangat mengecewakan buat saya karena walau sebagai adik kita sudah membuktikan dalam dua tahun terakhir prestasi kami lebih baik dari Terengganu FA lebih baik. Apalagi budget kami tak sebesar mereka,” ujarnya saat dihubungi Selasa (21/11).

“Dengan keputusan ini membulatkan tekad saya untuk pindah walau manajemen menginginkan kontrak saya terus, karena saya punya kontrak sampai November 2018,” imbuhnya. RD pun ingin meneruskan karier kepelatihannya di Indonesia. “Saya ingin teruskan di Indonesia saja,” tandasnya.

Sementara itu, manajemen SFC sendiri memang masih menutup rapat mengenai kepastian RD akan kembali melatih di Palembang untuk musim depan. Namun sinyal bergabungnya kembali pelatih yang pernah memberikan 5 gelar juara bagi SFC ini semakin kuat setelah Nil Maizar, pelatih yang sebelumnya dianggap pesaing terkuat RD telah menyebut bahwa manajemen SFC telah menghentikan komunikasi terkait perekrutan untuk musim depan.

Dari pernyataan yang disampaikan oleh Presien SFC, Dodi Reza Alex pun seperti mengisyaratkan kembalinya RD ke klub yang sempat dilatihnya selama 3 musim di rentang waktu 2007-2010 ini. “Kami menginginkan sosok pelatih yang mampu dan punya kerangka tim untuk musim depan. Di SFC, setiap musimnya pelatih selalu kami berikan wewenang serta keleluasaan untuk memilih skuad terbaiknya, dan kami berharap siapapun yang akan dipilih nanti dapat cepat melakukan hal tersebut. Sehingga persiapan untuk musim depan akan lebih maksimal,” jelasnya.

Kriteria tersebut sendiri pun seolah mengarah ke sosok RD yang selama ini dianggap sebagai salah satu pelatih papan atas di Indonesia dan menjadi magnet untuk pemain agar mau bergabung ke SFC nantinya. Bahkan Keith Kayamba, legenda hidup sekaligus top skor sepanjang masa SFC juga direkrut di era kepelatihan RD. Saat itu, di putaran kedua musim 2007/2008, Kayamba yang dinilai oleh sebagian pihak telah habis karena terlalu tua, namun ternyata mampu menjadi salah satu pembelian terbaik sepanjang sejarah klub. (dedi)

Artikel Terkait