Laskarwongkito.com-Sosok sukarelawan (volunteer) akan menjadi salah kunci keberhasilan pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang. Di tangan para relawan ini, perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia ini akan dipertaruhkan. Setiap harinya, relawan berbaju atau jaket ungu dengan celana warna cokelat muda ini terlihat sibuk, mulai dari saat kedatangan kontingen di bandara SMB II, kompleks Wisma Atlet Jakabaring Sport City hingga venue pertandingan.

Seperti kisah Dwi Zulia, sukarelawan yang bertugas di venue menembak JSC. Mahasiswi Universitas Sriwijaya Fakultas Ilmu Komputer ini mengaku sudah mulai sibuk menjelang pertandingan digelar. “Sekarang hampir seluruh atlet menembak sudah datang, meski pertandingan masih beberapa hari lagi, namun hampir semuanya melakukan sesi latihan terlebih dulu dan kami wajib untuk membantu mereka,” ungkapnya saat ditemui Selasa (14/8) siang.

Bertemu dengan banyak atlet luar negeri diakuinya juga menambah wawasannya. “Dulu saat ada pendaftaraan volunteer, saya hanya iseng mendaftar melalui online. Namun memang sejak awal ingin terlibat di Asian Games ini karena membawa nama baik negara. Banyak teman kampus juga yang ikut, namun tersebar di banyak bidang,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai suka duka menjadi volunteer, Dwi mengaku tidak banyak mendapat masalah berarti sejauh ini. “Banyak atlet yang ganteng, terutama dari Korea Selatan. Mereka juga sangat ramah. Ada juga dari mereka yang sudah berstatus juara dunia namun tidak sombong dan melayani permintaan foto,” ujarnya sambil tertawa.

Namun dirinya tidak menampik sempat menemui sedikit kendala saat berkomunikasi dengan kontingen dari semenanjung Korea lainnya. “Pelatih ataupun atlet Korea Utara tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris, jadi kemarin sempat bingung dan akhirnya memakai bahasa isyarat. Selain itu kadang menggunakan bantuan HP untuk menjelaskan atau menunjukkan sesuatu dengan mereka,” pungkasnya.

RelatedPost