PALEMBANG — Adanya wacana pemerintah pusat yang akan mensertifikasi para khatib ditanggapi positif oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) menilai asalkan tujuannya baik untuk meningkatkan kualitas seorang khatib dalam menyampaikan khutbahnya.

Ketua DMI wilayah Sumatera selatan (Sumsel), Drs H Imron Rasyidi mengatakan, pemerintah juga harus turut serta dalam peningkatan kualitas seorang khatib.

“Kita harus tahu dulu motivasinya seperti apa, jika memang untuk meningkatkan kualitas seorang khotib itu sangat bagus, dengan konsekuensi pemerintah harus banyak memberikan pelatihan ataupun memberi pengetahuan lewat buku,” ucap Imron saat diwawancarai, Selasa (07/02).

Meskipun wacana tersebut semakin santer beredar, dirinya tidak merasa terintimidasi akan hal tersebut. “Kalau ada niat yang lain dan negatif tentu tidak setuju,” katanya.

Menurut Imron, dizaman sekarang dibutuhkan seorang khatib yang dinilai dapat mengerti dan memahami kondisi. “Sekarang dibutuhkan khotib yang memahami situasi zaman, yang aktual dan faktual, dan untuk memahami ini semua dibutuhkan pengetahuan,” terangnya.

Imron juga mengatakan, selama ini DMI sudah menempah para khatib dengan memberikan pelatihan. “Jadi jika ada masyarakat yang mempertanyakan kemampuan seorang khotib untuk berkhotbah, yang pasti khotib tersebut sudah memiliki sertifikat,” ungkapnya.

Jikapun wacana tersebut terealisasi, Imron berharap membantu seorang khatib untuk menjadi lebih baik lagi.

“Jika wacana tersebut diwujudkan, artinya pemerintah wajib mmberikan kewajiban seperti training dan sebagainya, karena terus terang seorang khotib itu muncul tidak melalui pendidikan formal dan metode serta tekniknya tidak relevan, jadi jika itu terwujud dan diikuti dengan upaya untuk peningkatan akan lebih baik maka kita pasti setuju,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait