Palembang – Dalam kunjungannya ke Palembang, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Hj. Mufidah Jusuf Kalla juga menyempatkan diri melakukan dialog interaktif bersama pengurus Dekranasda Kabupaten dan Kota se-Sumsel di Griya Agung Palembang, Jumat (11/5). Pada kesempatan tersebut Mufidah banyak ditanyai soal pengembangan kain tradisional songket Palembang ke depan.

Kehadiran Ketum Dekranas itu didampingi langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga dan Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel, Hj. Eliza Alex Noerdin, serta sejumlah pengurus Dekranas pusat lainnya. Rombongan ini tiba di Griya Agung sekitar pukul 11.20 WIB.

Selain masalah pengembangan motif, corak dan warna songket, beberapa pengurus dekranas kabupaten dan kota ini juga ada yang meminta solusi terkait makin sulitnya para UKM mendapatkan benang emas dan sutera untuk membuat songket.

Tak hanya itu, para perajin songket juga meminta agar Ketum Dekranas memberikan lebih banyak peluang ke mereka agar diajak untuk mengikuti pameran di luar negeri. Termasuk meminta Ketum untuk memfasilitasi agar perusahaan swasta mau mengucurkan alokasi CSR lebih banyak guna meningkatkan daya saing mereka.

“Kami sangat mengharapkan agar Dekranas mengimbau perusahaan utk mengalokasikan lebih banyak bantuan melalui CSR. Supaya kami para UKam dapat bersaing di kemudian hari dan kami juga berharao diberi tempat untu menyambut Asian Games,” ujar Leli perwakilan Dekranasda Lubuklinggau.

Menanggapi sejumlah unek-unek dan masukan tersebut, Ketum Dekranas Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengatakan bahwa untuk pewarnaan songket Dekranas memang telah mengadakan pelatihan khusus.

“Mengenai pengembangan motif dan pewarnaan itu memang mesti ada pelatihannya. Kita (pusat) akan bantu. Kebetulan orang yang ahli pewarnaan ini lagi di Amerika. Dia ahli betul mewarnai,” ujar Mufidah.

Demikian halnya mengenai kebutuhan benang emas yang sulit didapat, dan alokasi CSR dari perusahaan Mufidah mengatakan akan segera mengkonsultasikan dengan ahlinya.

” Untuk benang emas itu kita akan konsultasikan dengan ahlinya. Kita akan koordinasikan ke Menteri BUMN. Sebelum Asian Games akan diusahakan ke kementerian nanti akan saya langsung beri tahu,” ujarnya.

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga menambahkan menurutnya
Dekranas telah mengupayakan memenuhi keinginan daerah mengenai pengembangan kerjajinan. Diakuinya pula saat ini Dekranas memang fokus orientasi ke depan soal pewarnaan alam seperti dilakukan di Tuban.

” Kalau soal motif setiap daerah ada pakem dan itu harus dilestarikan. Tapi itu tidak menutup kemungkinan menuruti selera pasar tapi tidak boleh keluar pakem yang merupakan warisan daerah yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Diaog interaktif itu sendiri berlangsung sekitar 1 jam lamanya dan dilanjutkan dengan kunjungan rombongan ke pameran kerajinan di ruang bagian tengah Griya Agung. Selain songket, jumputan dna blongsong yang merupakan kain khas tradisional Sumsel juga turut dipamerkan sejumlah aksesories bebatuan yang cantik.

Saat berkunjung ke stand yang ada, istri Wapres Jusuf Kalla itu singgah ke tiap-tiap tenan dan tampak serius mengamati beragam jenis kain yang sudah dimodifikasi menjadi aneka blouse, gamis dan gaun yang cantik.

Saking antusiasnya Ibu Mufidah Jusuf Kalla terlihat membeli beberapa jenis hasil kerajinan. Usai puas menikmati keindahaan kain kerajinan Sumsel, barulah sekitar oukul 13.15 WIB rombongan ini beranjak meninggalkan Griya Agung dan bertolak ke Bandara SMB II Palembang.

Artikel Terkait