PALEMBANG — Ketua ikatan dokter Indonesia Sumatera Selatan(IDI Sumsel) Dr Rizal Sanif, SPOG, menegaskan bahwa harga obat mahal yang dijual kepada masyarakat bukan disebabkan dokter. Melainkan Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk membuat obat sendiri, sehingga menyebabkan perusahaan farmasi mengimpor bahan baku dari luar.

Menurutnya, saat ini banyak sekali masyarakat beranggapan bahwa harga.obat mahal dikarenakan dokter yang menanganinya, padahal itu tidak benar sama sekali.

“Hampir semua bahan baku obat itu impor, artinya harganya bukan kita tentukan. Jadi yang menentukan perusahaan yang di luar negeri, kemudian dibawa ke Indonesia oleh perusahaan farmasi kemudian di kemas dan di pasarkan,” jelasnya saat ditemui rabu (2/11).

Jadi, sambung Dr. Rizal Sanif, secara logika bukan dokter yang menyebabkan mahalnya harga obat. “Harga jual obat juga ditetapkan oleh pemerintah,” ungkap pria berkacamata ini.

Dijelaskan Dr. Rizal, negara Indonesia sudah berpuluh tahun tida mengedepankan research dan penelitian, dan malah terkesan mengarahkan pada konsumsi saja.

“Tidak ada dana investasi untuk research, beda dengan luar negeri, mereka banyak meneliti walaupun kadang bahan yang diteliti dari Indonesia kalau orang luar yang meneliti maka akan menjadi hak cipta mereka,” tukasnya. (juniara)

RelatedPost