PALEMBANG — Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel, dr. Rizal Sanif, SPOG mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan jangan sembarangan mengkonsumsi obat warung. Apalagi, akhir-akhir ini seringkali ada pengumuman yang beredar melalui media sosial baik bbm maupun email yang berisi 11 obat yang katanya dilarang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Meskipun belum tahu kepastiannya, apakah pengumuman tersebut dikeluarkan BPOM atau bukan,
Rizal Sanif tetap menyarankan agar masyarakat membeli obat di Apotik atau Toko obat yang memiliki izin resmi.

“Kalau membeli obat jangan di kaki lima karena tidak ada perizinannya, jadi siapa yang bakal tanggung jawab kalau ada apa-apa kedepannya. Kita harus hati-hati dari awal,” ujarnya.

Meskipun, persoalan perizinan layak atau tidaknya obat untuk dikonsumsi merupakan wewenang dari BPOM, tetapi IDI Sumsel juga turut menyuarakan dan mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi sembarangan obat karena juga berdampak bagi kesehatan masyarakat.

“Jika BPOM mengatakan obat itu tidak layak pakai, maka harus ditarik dari peredaran karena kalau kita konsumsi itu akan membahayakan pasien,” ungkap Rizal.

Dijelaskannya, segala macam dan bentuk obat baik itu yang kadaluarsa maupun kandungan obatnya tidak sesuai perizinan maka harus ditindaklanjuti. Tidak hanya itu, banyak sanksi lain sesuai aturan hukum yang bisa diberikan. “Sanksi lainnya itu tergantung hukum bisa diberikan sanksi baik pidana maupaun perdata,” tegasnya. (juniara)

RelatedPost