Disaat nilai nasionalisme dari kalangan pemuda di tanah air dinilai mulai menurun, contoh positif justru ditunjukkan oleh Kelsey Zainal Abidin. Warga negara Belanda ini mengaku sangat mencintai Indonesia, baik dari sisi keindahan alam, keberagaman budaya, aneka khas kuliner hingga keramah-tamahan penduduknya. Bahkan untuk menunjukkan rasa cintanya kepada tanah leluhurnya tersebut, pemuda asal Eindhoven tersebut membuat tato khusus yakni semboyan bangsa Indonesia ‘Bhinneka Tunggal Ika’ di lengannya.

“Saya membuat tato ini di Belanda agar semua orang tahu saya keturunan Indonesia. Tidak terlalu sulit membuatnya, saya hanya membawa contoh gambar dan dalam 2 jam semuanya selesai,” ujarnya saat ditemui di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (27/4) sore.

Kelsey sendiri memang menyempatkan diri datang ke GSJ karena mendengar ada pemain asal Belanda yakni Raphael Maitimo yang bermain untuk SFC saat ini. “Stadionnya bagus dan lebih besar kapasitasnya dari kandang PSV Eindhoven, klub asal kota saya yang bari saja menjuarai Liga Belanda,” ujar Kelsey yang didampingi saudaranya Tony Van Schaijk.

Dirinya pun senang sekarang banyak pemain naturalisasi asal Belanda yang bermain untuk timnas Indonesia. “Saya tahu dulu ada Irfan Bachdim, lalu sekarang Raphael Maitimo yang bermain untuk SFC, salah satu klub besar di Indonesia,” tambahnya.

Namun dirinya sedikit menyesalkan kondisi sepakbola di Indonesia saat ini mengalami banyak masalah dan tengah terancam sanksi FIFA. “Saya tidak terlalu mengerti apa yang menjadi persoalan, tapi jika sanksi itu turun sangat merugikan Indonesia. Semoga ada jalan keluar terbaik nantinya,” harapnya.

Dijelaskannya, kedatangannya ke Palembang juga untuk mengunjungi keluarga besarnya yang masih bermukim di kota pempek ini. Nama Zainal Abidin yang disandangnya pun punya makna khusus. “Saya diberitahu oleh keluarga bahwa beliau dulu dekan fakultas hukum pertama di Universitas Sriwijaya, jadi selama seminggu saya akan berkunjung ke mereka sekaligus melihat SFC, sayang sekarang tidak ada pertandingan yang dimainkan,” ujar pemuda yang bekerja di perusahaan ekspedisi ini.

Meski ayah dan neneknya sudah menjadi warga negara Belanda, namun dirinya menegaskan tetap bangga mempunyai keturunan Indonesia. “Disana saya juga banyak teman yang punya darah Indonesia dan kami sangat bangga dengan hal itu,” tegasnya.

Selama di Palembang sendiri, Kelsey berencana untuk melihat pariwisata di Sumsel dan mencicipi makanan khasnya. “Ini kunjungan saya ke Palembang, Tapi saya tidak terlalu suka pempek, saya suka nasi goreng dan rendang, karena beberapa kali kadang dibuat oleh mama di rumah, cuma tetap lebih enak di Indonesia,” ungkapnya sambil tertawa.

Artikel Terkait