Beberapa kali mendapatkan hasil yang kurang maksimal dan puncaknya pada kekalahan telak atas Barito Putera, Jumat (8/6) kemarin membuat pendukung laskar wong kito akhirnya bereaksi keras. Beberapa dari mereka mulai mempertanyakan strategi kepala pelatih Rahmad Darmawan yang terkesan mulai terbaca dan menganakemaskan sejumlah pemain.
“Saat Ndiaye cedera, mengapa justru memasukkan Alfin Tuasalamony dan menggeser Marco Meraudje ke bek tengah. Pergantian pemain yang dilakukan coach RD ini sangat mengundang perdebatan, karena di bangku cadangan ada nama Bio Paulin yang posisinya sebenarnya sama dengan Ndiaye,” ujar Adi Marshall dari komunitas Sriwijaya Kaskus.
Selain itu, saat tertinggal dan butuh gol untuk mengejar ketertinggalan, Bio justru dimasukkan dan menempatkan Hamka Hamzah sebagai striker. “Padahal ada Nur Iskandar yang bisa dicoba dan posisinya pun sebagai pemain menyerang, hal ini menunjukkan seperti tidak percayanya pelatih terhadap pemainnya sendiri. Hal yang paling terlihat adalah Bio Paulin yang justru merupakan rekomendasi pelatih untuk dipertahankan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap agar pemain muda binaan sendiri dan putera asli Sumsel juga tidak diabaikan oleh eks pelatih timnas tersebut. “Zalnando, Yogi Rahadian, Ichsan Kurniawan rasanya tidak kalah kelas dengan Novan Sasongko, Alfin atau Abimanyu. Namun memang keputusan akhir ada di pelatih, tetapi RD perlu ingat bahwa SFC juga punya misi pemberdayaan putera daerah Sumsel, jangan sampai proses pembinaan yang sudah berlangsung selama ini putus hanya karena ambisi meraih prestasi, karena sejauh ini rasanya kemampuan mereka tidak terlalu jauh,” tegasnya.

Artikel Terkait