Penyelenggara turnamen Piala Presiden 2015, Mahaka Sports and Entertainment memberikan catatan khusus bagi Sriwijaya FC jelang babak semifinal yang akan dimulai pada 3 Oktober mendatang. Permasalahan kabut asap yang kini masih melanda Palembang menjadi pertimbangan sehingga Titus Bonai dkk mendapat perlakuan ‘istimewa’ saat pengundian semifinal yang digelar Selasa (29/9) di Hotel Century Park, Jakarta.

Awalnya, sesuai hasil undian nama Sriwijaya yang keluar pertama saat diundi akan menjamu Singo Edan terlebih dahulu. Namun, kebijakan tersebut diubah karena kondisi alam Sumatera yang sedang diliputi kabut asap. “Apabila Palembang menjadi home pertama, maka akan kami pindahkan ke minggu berikutnya dan untuk leg kedua, panpel akan meminta laporan dari BMKG (Badan Meteorologi, Krematologi dan Geofisika) pada Senin (5/10) untuk melihat serta memprediksi cuaca di Palembang. Jika masih tidak memungkinkan untuk minggu depan, maka kami sepakat bahwa Sriwijaya akan bermain di tempat netral,” jelas Hasani Abdulgani selaku CEO Mahaka Sports and Entertainment usai pengundian.

Kepastian mengenai venue laskar wong kito saat menjamu Arema di leg kedua akan dirilis pada Senin (5/10), namun ada kemungkinan laga akan dipindah ke stadion Dipta Gianyar Bali. Sekretaris tim SFC, Achmad Haris sendiri menjelaskan terkait wacana pemindahan kandang tersebut, pihaknya tetap akan berupaya agar leg kedua nantinya tetap akan dimainkan di Palembang. “Masih ada waktu sekitar 10 hari, kami yakin dalam beberapa hari ke depan cuaca akan bersahabat, namun untuk saat ini fokus kami adalah menyiapkan diri menghadapi Arema di Malang terlebih dulu,” ujarnya singkat.

Pihaknya sendiri saat ini usai mengetahui hasil undian langsung melakukan gerak cepat dan menyusun rencana keberangkatan. “Saat ini, meski kabut asap penerbangan di bandara SMB II cukup padat karena bandara Jambi ditutup dan penumpangnya banyak yang pindah kesini. Namun sudah dipastikan bahwa rombongan SFC akan berangkat menuju Malang via bandara Juanda Surabaya, Rabu (30/9) sore dan semoga tidak ada keterlambatan seperti saat di fase grup lalu,” harapnya.

Sementara itu, terkait hasil undian, pelatih SFC Beny Dollo mengaku seluruh pemain sudah siap dan hanya akan fokus ke pertandingan. “Ada sisi positifnya, karena kemarin di penyisihan kita sudah bertemu. Perlu diingat juga bahwa disana kami mampu menjadi juara grup, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Lagipula siapapun lawannya tetap harus kita hadapi,” ungkap eks pelatih timnas senior Indonesia ini.

Hal yang sama juga disampaikan penjaga gawang SFC Dian Agus Prasetyo yang saat di fase grup B harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 3 kali kala bertemu Christian Gonzales dkk. “Saat itu kami dihukum kesalahan sendiri, 2 diantaranya saat bola mati. Namun semuanya kami anggap sebagai pelajaran berharga. Di babak semifinal kami akan jauh lebih siap,” tekadnya.