Laskarwongkito.com — Di Palembang memang memiliki banyak keragaman ras, bahkan di sini biasa disebut dengan perkampungan Arab, Tionghoa, dan sebagainya. Tapi tau gak sih, kalau yang paling melekat ialah warga Palembang asli yang memiliki ciri fisik seperti orang China, bermata sipit dan berkulit putih. Ciri khas tersebut ternyata berkesesuaian dengan kisah pada zaman dahulu, lho.

Yuk kita simak..

Menurut Sejarawan dan budayawan Ali Hanafiah, pada awalnya orang-orang China yang masuk ke Palembang berdiam di Sungai Musi dengan membangun rumah rakit. Kemudian, Sultan Mahmud Badaruddin I yang memimpin Kesultanan Palembang Darussalam antara 1724-1757, menikahi putri kerajaan China dan memiliki anak keturunan.

cerita-mata-sipit-kulit-putih-orang-palembang

(Sumber foto: cdns.klimg.com)

Pernikahan sang sultan itu diikuti para bangsawan kesultanan lain sehingga menyebar ke masyarakat biasa. Perkawinan berbeda suku dan ras tersebut membuat fisik anak keturunannya mirip etnis Tionghoa.

“Kalau dibilang orang Palembang itu kebanyakan sipit dan putih, wajar. Karena hasil perkawinan sultan dan putri Tionghoa,” ungkap Ali dalam satu kesempatan.

Sejarah lain menyebutkan, perkawinan antara warga pribumi dan Tionghoa itu sudah ada sejak kedatangan Panglima Perang Chengho yang diutus penguasa China datang ke Palembang pada tahun 1407.

Lamanya berada di Palembang membuat prajurit Chengho menikah dengan wanita-wanita pribumi. Tujuannya juga untuk menyebarkan agama Islam di Bumi Sriwijaya.

Meski tidak diketahui jumlah keturunan Tionghoa yang kini berdiam di Palembang, namun Ali menyebutkan keberadaan mereka cukup dominan. Seperti di daerah-daerah lain, mayoritas berprofesi sebagai pedagang.

“Karena tidak ada gesekan ras dan agama, membuat keturunan Tionghoa betah di Palembang sampai sekarang,” pungkas pria asal Palembang asli itu.

Wah ternyata sejarah Palembang memang agung ya. Itulah mengapa, Palembang khususnya dan Sumsel pada umumnya cenderung aman dan terkendali dalam hal kekayaan budaya, multi ras dan tentu saja telah mengajarkan sikap toleransi antar agama dan golongan. (red/dil)

Artikel Terkait