Laskarwongkito.com — Tidak terasa dalam beberapa hari ke depan kita akan sampai pada penghujung tahun. Momen pergantian tahun selalu menjadi saat yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang terutama para remaja.

Berbagai kegiatan pun dilakukan untuk menyambut malam pergantian tahun baru, mulai dari konvoi di jalanan, bakar-bakaran jagung dan membuat api unggun, menghidupkan kembang api dan lain sebagainya. Namun, ada satu hal yang selalu identik dengan tahun baru, yaitu keberadaan terompet.

plbg-pengrajin-terompet-iwan-cheristian-foto-lepas-3-1

(Sumber foto: Iwan Cheristian)

Fenomena yang terjadi di Indonesia dan juga negara lainnya ialah pada saat tepat jam 12 malam, hampir semua orang akan meniupkan terompet sebagai simbol selamat datang tahun baru dan selamat tinggal tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila banyak bermunculan para penjual terompet dadakan.

Namun, tahukah Kamu ada rahasia di balik terompet yang akan Kamu tiup di malam tahun baru tersebut? Penasaran? Berikut ulasan selengkapnya.

Selain kembang api yang selalu menjadi simbol utama pergantian malam tahun baru, hal lainnya yang juga sangat erat dengan perayaan malam tahun baru adalah terompet. Tidak memandang umur, terompet ditiup oleh semua kalangan. Mulai anak kecil sampai orang dewasa semua senang meniup terompet.

Biasanya pada pertengahan bulan Desember, sudah mulai banyak bermunculan para penjual terompet yang bertebaran di pinggir-pinggir jalan. Dan akan semakin banyak ketika mendekati akhir tahun.

20131230_223003_pedagang-terompet-tahun-baru

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Semula, budaya meniup terompet ini merupakan budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa itu yang jatuh pada bulan ke tujuh sistem penanggalan mereka. Pada malam tahun barunya, masyarakat Yahudi melakukan instropeksi diri dengan tradisi meniup Shofar, sebuah alat musik sejenis terompet. Bunyi Shofar mirip sekali sama bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam tahun baru.

Sebenarnya Shofar sendiri digolongkan sebagai terompet. Terompet diperkirakan sudah ada sejak tahun 1500 sebelum masehi. Awalnya, alat musik ini diperuntukkan untuk keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer terutama saat akan berperang. Kemudian terompet dijadikan sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaissance hingga saat ini.

Jadi itulah fakta unik di balik identiknya terompet pada perayaan tahun baru guys. Apakah fenomena kontemporer ini masih akan dikaitkan dengan keyakinan tertentu? Silahkan kembalikan kepada penilaian pribadi kita masing-masing. (red/dil)

RelatedPost